Bersaing di MEA 2015, Indonesia Butuh "World Class University"

Kompas.com - 21/01/2015, 18:43 WIB
Dimas Jarot Bayu/Kompas.com"World Class University" harus menjadi standard perguruan tinggi Indonesia bila ingin bersaing dengan kampus-kampus lain di akwasan Asia Tenggara.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 merupakan tantangan yang harus dihadapi Indonesia, termasuk oleh kalangan akademisi. Berlakunya MEA memaksa Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Untuk itulah, perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan harus mampu menciptakan kader-kader yang mampu bersaing sekaligus mempertahankan Indonesia dari invasi akademisi dan pekerja asing. Hal tersebut, menurut Rektor Binus University International, Harjanto Prabowo, hanya bisa diciptakan melalui standardisasi perguruan tinggi kelas dunia (world class university) yang harus mampu dicapai kampus-kampus Indoensia.

Harjanto menjelaskan, dengan menciptakan perguruan tinggi bertaraf internasional, baik dalam hal akademik dan pola pikir, mahasiswa pun akan mampu berkompetisi secara global.

"World class university mampu mendorong mahasiswa untuk bersaing dalam ranah global. Mereka dipersiapkan secara matang untuk menghadapi itu (MEA),” ujar Harjanto kepada Kompas.com, di Joseph Wibowo Center, Kampus Binus Senayan, Selasa (20/1/2015).

Klaim world class university seringkali didengungkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sayangnya, lanjut Harjanto, klaim tersebut tak bisa dibenarkan bila perguruan tinggi yang bersangkutan tak memiliki akreditasi internasional.

"Pengakuan internasional ini berguna bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri atau bekerja di mancanegara dan perusahaan multinasional. Hal ini disebabkan sudah terbentuknya akademik dan pola pikir mahasiswa secara global,” ujar Harjanto.

Dekan Eksekutif Binus International, Firdaus Alamsjah, menambahkan, untuk mencapai akreditasi internasional, perguruan tinggi harus memiliki pengajar yang kompeten, proses belajar mengajar yang baik, serta lulusan-lulusan yang memang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja.

"Dengan adanya akreditasi ini, mahasiswa setelah lulus mampu bertahan di negara sendiri saat gempuran pekerja asing masuk ke Indonesia. Bukan hanya itu, saya juga berharap agar mahasiswa secara mental dan akademik tak kalah saat bersaing di luar negeri," jelas Firdaus.

Baca: Akreditasi Internasional, Senjata Menuju "World Class University"



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X