Kompas.com - 17/02/2015, 16:32 WIB
Tak ubahnya Yogyakarta, selain kota pelajar Kyoto juga kota seni. Pernah menjadi ibukota Jepang, maka di kota ini banyak terdapat peninggalan sejarah, mulai kuil, istana kerajaan, hingga museum kuno. Dok Ritsumeikan University Tak ubahnya Yogyakarta, selain kota pelajar Kyoto juga kota seni. Pernah menjadi ibukota Jepang, maka di kota ini banyak terdapat peninggalan sejarah, mulai kuil, istana kerajaan, hingga museum kuno.
EditorLatief
KOMPAS.com — Bicara tentang Kyoto, hal pertama terlintas di benak orang Indonesia adalah Yogyakarta. Ya, sebagian orang, terutama penggemar segala sesuatu berbau Jepang, akan menganggap Kyoto sebagai kota pelajar, seperti Yogyakarta di Indonesia.

Tak ubahnya Yogyakarta, selain kota pelajar Kyoto juga kota seni. Pernah menjadi ibu kota Jepang, maka di kota ini banyak terdapat peninggalan sejarah, mulai kuil, istana kerajaan, hingga museum kuno.

Sebagai kota kuno, Kyoto dikelilingi bangunan bersejarah dan bernilai seni, serta industri kerajinan tradisional. Keindahan alamnya juga melimpah. Hal-hal itulah yang kerap menjadikan Kyoto sebagai salah satu magnet bagi siswa internasional untuk menimba ilmu di Negeri Sakura itu. Dengan populasi sekitar 1,47 juta jiwa, Kyoto memiliki lebih dari 50 perguruan tinggi dan universitas yang tersebar di dalam dan sekitar kota.

Universitas tua, lebih dari 100 tahun

Saat ini, Jepang memang terus membuka ruang bagi pelajar internasional dengan membebaskan mereka dari batas-batas negara, terutama soal bahasa. Itu dilakukan agar para pelajar mudah berbaur dan memahami ilmu yang diambil, walaupun bahasa Jepang tetap diperlukan mahasiswa untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman.

Tercatat, dari sekian banyak perguruan tinggi itu, terdapat satu perguruan tinggi swasta ternama di Jepang, yaitu Ritsumeikan University. Kampus ini adalah salah satu universitas swasta terkenal di Jepang yang dipenuhi mahasiswa internasional.

Dok Ritsumeikan University Tak ubahnya Yogyakarta, selain kota pelajar Kyoto juga kota seni. Pernah menjadi ibukota Jepang, maka di kota ini banyak terdapat peninggalan sejarah, mulai kuil, istana kerajaan, hingga museum kuno.
Bermula dari sebuah akademi bernama Ritsumeikan pada 1869, Ritsumeikan University resmi menjadi universitas secara hukum pada 1900. Pada 1913, perguruan tinggi tersebut resmi menyandang nama universitas swasta Ritsumeikan University.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Matthew Wortley, Senior Admission Officer Ritsumeikan University, kepada KOMPAS.com, Senin (9/2/2015), menjelaskan bahwa Ritsumeikan University terpilih oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jepang masuk dalam universitas kelompok Global 30 di Jepang.

Universitas kelompok Global 30 adalah universitas-universitas yang menawarkan pendidikan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris untuk program S-1. Saat ini jumlah total mahasiswanya mencapai lebih dari 35.000 yang tersebar di tiga kampus utama, yaitu Suzaku Campus, Kinugasa Campus, serta Biwako-Kusatsu Campus.

Dok Ritsumeikan University Ritsumeikan University terpilih oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jepang masuk dalam universitas kelompok Global 30 di Jepang.
Kampus Kinugasa terletak hanya 15 menit dari bangunan Kuil Emas atau Kinkaku –Ji yang telah menjadi warisan dunia. Selain Kinugasa kampus (KIC- Kyoto), ada dua kampus lain, yaitu Kampus Kusatsu di Provinsi Shiga, dekat Danau Biwako yang indah.

Pada April 2015 nanti, Ritsumeikan University bahkan akan meresmikan kampus barunya, yaitu Osaka Ibaraki Campus (OIC). Kampus ini berada di tengah-tengah kawasan antara Osaka dan Kyoto.

Khusus mahasiswa internasional, Ritsumeikan University memiliki dua fakultas utama yang menawarkan program S-1 (empat tahun) dengan pengantar bahasa Inggris, yaitu Fakultas “Community and Regional Policy Studies Major in the College of Policy Science" dan Fakultas “Global Studies Major in the College of International Relations".

(NOFIE IRFANA TESSAR)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.