Kompas.com - 06/03/2015, 18:05 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief

"Untuk pengembangan karir, itu sudah pasti. Tapi, secara pribadi saya ingin berkontribusi luas terhadap pembangunan Indonesia dari sisi ekonominya. Itu motivasi saya. Saya fokus pada sisi sumber daya manusianya. Menurut saya, perusahaan bagus itu dilihat dari SDM-nya. Human capital di perusahaan itu benar-benar diperhitungkan. Modal dan teknologi bisa dibeli, tapi SDM harus dipupuk, harus dibentuk," ujar Ario kepada KOMPAS.com, Rabu (4/3/2015) di Erasmus University Rotterdam.

Hal serupa juga dipaparkan Rinaldy Pradana, mahasiswa S-2 di Institute For Housing and Urban Development Studies (IHS), Erasmus University Rotterdam. Peraih beasiswa StuNed yang berstatus sebagai staf di Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, itu mengatakan bahwa kontribusi yang harus dituliskan di surat motivasi harus jelas dan relevan.

"Kemampuan dan pengalaman saya harus saya kontribusikan pada pekerjaan nanti sepulang studi. Contohnya, di Indonesia banyak proyek dibangun kemudian hanya menjadi monumen yang tak terpakai. Rumah susun contohnya, kerap terbengkalai karena operasionalnya tidak diperhatikan. Itu konsentrasi saya, salah satunya," ujar Rinaldy.

Terkait hal itu, Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, mengatakan bahwa rendahnya budaya menulis para pelajar Indonesia cukup mempengaruhi hal tersebut. Anak-anak Indonesia tak terbiasa mengungkapkan pendapatnya dalam bentuk tulisan, termasuk untuk mengungkapkan motivasinya sendiri dalam meraih beasiswa dan pilihan studi.

"Dari motivation letter itu sangat mudah kelihatan si pelamar serius atau tidak studi ke Belanda. Saya akui, banyak diantara pelajar tak terbiasa mendefinisikan motivasinya sendiri," katanya.

Baca juga: Untuk Masa Depan Anda Saja "Copy Paste", Apalagi untuk Negara?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.