Pahami, Apa Kaitan Program Magister Manajemen dengan Dunia Bisnis!

Kompas.com - 20/03/2015, 08:00 WIB
www.shutterstock.com Jenjang pendidikan Magister Manajemen (MM) biasanya dipilih oleh mahasiswa sebagai penunjang karir dalam dunia bisnis. Relevansi disiplin ilmu dengan mengacu pada pengalaman berbisnis menjadi dasar mereka.
KOMPAS.com - Jenjang pendidikan Magister Manajemen (MM) biasanya dipilih oleh mahasiswa sebagai penunjang karir dalam dunia bisnis. Relevansi disiplin ilmu dengan mengacu pada pengalaman berbisnis menjadi dasar mereka untuk memenuhi kebutuhannya pada posisi dan jabatan di sebuah perusahaan.

Untuk itu, perguruan tinggi yang menyediakan program studi berbasis bisnis biasanya tak hanya mengenalkan teori semata, tetapi diimbangi dengan pengalaman berbisnis yang inspiratif. Pengalaman tersebut biasanya bisa didapatkan dari dosen maupun tokoh-tokoh inspiratif lainnya.

"Di Binus Business School khusus program MM Eksekutif misalnya, pengajar tidak murni berlatar belakang akademisi semata, tapi juga pengalaman mereka saat berada di tataran top level executive," ujar Program Director MM Executive Binus Business School (BBS), Tubagus Hanafi, Sabtu (7/2/2015) lalu.

Berdasarkan pengalaman tersebut, dapat ditarik korelasi antara disiplin ilmu yang diambil dengan situasi dunia bisnis saat ini. Menurut Hanafi, mahasiswa yang mengambil program MM Eksekutif akan ditemui dengan ratusan studi kasus yang harus dipecahkan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan dapat dijadikan pedoman saat mengambil keputusan untuk kebutuhan perusahaan.

www.shutterstock.com Mahasiswa yang mengambil program MM Eksekutif akan ditemui dengan ratusan studi kasus yang harus dipecahkan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan dapat dijadikan pedoman saat mengambil keputusan untuk kebutuhan perusahaan.
Jaringan

"Kami juga memiliki networking dengan Harvard University. Ini juga yang menjadikan program MM Eksekutif di BBS berbeda dengan Perguruan Tinggi lainnya," tambahnya lagi.

Dengan networking tersebut, mahasiswa kerap dihadapkan dengan studi kasus yang tak hanya berbasis nasional, tapi juga internasional. Studi kasus internasional itu salah satunya berasal dari Harvard University.

Orang-orang yang bergiat di bidang manajemen strategis pasti mengenal Michael E. Porter. Porter adalah pengajar di Sekolah Bisnis Universitas Harvard.

Keahlian utamanya di bidang manajemen strategis dan keunggulan kompetitif perusahaan. Ia juga dikenal dengan ‘Porter Five Forces Analysis’.

Di BBS, mahasiswanya akan ditantang untuk dapat menyelesaikan studi kasus internasional. Hasilnya akan dikompetisikan serentak dengan mahasiswa Harvad University.

"Penilaiannya akan ditangani langsung oleh Porter. Tak banyak Perguruan Tinggi yang punya networking seperti ini. Padahal, pengalaman penyelesaian kasus internasional menjadi kebutuhkan orang-orang dengan jabatan top level executive saat ini," tutur Hanafi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X