Kompas.com - 30/03/2015, 13:46 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla pada peringatan puncak Hari Guru Nasional di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2014).   TRIBUNNEWS/DANY PERMANAWakil Presiden Jusuf Kalla pada peringatan puncak Hari Guru Nasional di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2014).
Penulis Icha Rastika
|
EditorSandro Gatra


DEPOK, KOMPAS.com
- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Sekolah Menengah Kejuruan perlu terus dikembangkan, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Kalla menilai SMK paling dibutuhkan anak Indonesia ke depannya.

Menurut dia, tidak semua anak di Indonesia harus masuk perguruan tinggi untuk bisa memperoleh pekerjaan.

"Jangan berpikir semua masuk ke perguruan tinggi. Kalau semua SE (sarjana ekonomi), SH (sarjana hukum), siapa di bawahnya? Tentu tidak begitu. Itu lah sebabnya SMK sangat penting pada dewasa ini," kata Kalla saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Senin (30/3/2015).

Ia menilai, kebutuhan peserta didik saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Pada tahun 1950 hingga 1960, kata dia, sekolah umum sangat penting karena negara membutuhkan banyak pegawai.

Namun sekarang, lanjut dia, kursi pegawai di pemerintahan sudah penuh. Tidak ada lagi lowongan pegawai negeri sipil yang cenderung berkutat pada bidang administrasi tersebut.

"Karena itu Menpan moratorium (PNS), yang ada hanya penambahan guru dan tenaga kesehatan," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Kalla, penting bagi Pemerintah untuk memajukan SMK sehingga peserta didik bisa memperoleh pekerjaan. Jika tidak disiapkan dari sekarang, menurut dia, maka sekolah nantinya hanya menjadi pabrik pengangguran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indonesia bisa ketinggalan dengan Malaysia atau negara Asia Tenggara lainnya jika tidak menyiapkan tenaga ahli melalui SMK.

"Kenapa negara sebesar ini masih mengimpor barang? Itulah mengapa, begitu juga pertanian, kenapa negara sebesar ini masih mengimpor beras, gula, jadung, apa yang kurang? Produktivitasnya. Bagaimana meningkatkan itu, dibutuhkan peralatan, keahlian, dan anak-anak yang bisa masuk ke pertanian, butuh banyak SMK pertanian," tutur dia.

Demikian juga dengan produktivitas bidang perikanan yang bisa ditingkatkan salah satunya dengan meningkatkan mutu tenaga kerja di bidang tersebut.

"Kita butuh orang yang bisa tangkap ikan, itu ada di SMK. Kenapa sistem administrasi kita tidak bagus, kita butuh anak yang bisa akuntansi," sambung Kalla.

Wapres juga meminta adanya kesamaan kualitas sistem pendidikan dan lulusan sekolah di seluruh Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.