Tonton "Sang Guru Bangsa: Tjokroaminoto", Belajarlah dari Film...

Kompas.com - 08/04/2015, 12:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015, Minggu (29/3/2015). Pendidikan harus menjadi suatu gerakan perubahan untuk bangsa.
Dok Kemdikbud/PIHMenteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015, Minggu (29/3/2015). Pendidikan harus menjadi suatu gerakan perubahan untuk bangsa.
|
EditorLatief
DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan perlunya mengembalikan film sebagai perangkat penting dalam pendidikan di Indonesia. Film adalah identitas yang menunjukkan karakter kebudayaan bangsa ini.

Perkembangan industri film di dunia juga telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan perfilman di Indonesia. Hal itulah yang membuat film bukan lagi semata hiburan, namun sudah menjadi identitas budaya bangsa.

Mendikbud mengakui, banyak film karya anak bangsa yang berhasil mengangkat citra budaya Indonesia di berbagai festival film internasional. Melalui film, lanjut dia, bisa memberitahukan kepada dunia tentang budaya Indonesia.

Untuk itu, Mendikbud mengatakan, bahwa saat ini telah dibentuk tim khusus yang akan fokus pada perkembangan film di Indonesia. Melalui Pusat Pengembangan Film di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, film Indonesia bisa terus menjadi bagian penting dalam peningkatan pendidikan untuk ke depannya.

"Gagasan-gagasan yang besar bisa dituangkan di situ," ujar Mendikbud pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Selasa (31/3/2015).

Mendikbud mencontohkan sejarah Perang Vietnam. Pada kenyataannya pihak yang memenangkan perang tersebut adalah Vietnam. Namun, saat divisualisasikan lewat sebuah film oleh Amerika Serikat, maka pihak yang menang dalam perang tersebut adalah Amerika Serikat.

"Karena dia menggunakan alat itu untuk membangkitkan percaya diri bangsanya, bahwa bukan perangnya yang penting, tetapi pertempurannya," ujarnya.

Terkait itu, Mendikbud mengimbau para peserta RNPK 2015 yang hadir agar bisa mengajak anak-anak di daerahnya untuk menonton film "Sang Guru Bangsa: Tjokroaminoto" yang akan tayang mulai 9 April 2015 di bioskop. Film tersebut sarat pesan perjuangan seorang guru bangsa sehingga bisa menjadi media pembelajaran para siswa dan pendidik untuk mengambil pelajaran dari sebuah film karya anak bangsa.

Selain itu, Mendikbud juga mengatakan bahwa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) memiliki 60 bioskop keliling dan 780 bioskop komersil. Bioskop tersebut nantinya juga bisa digunakan untuk menonton film bersama dan mempelajari budaya yang terdapat di setiap film. Hal tersebut akan sangat membantu meningkatkan semangat belajar para siswa agar lebih mudah memahami makna sejarah.

"Seharusnya kita punya 5000 bioskop, karena jika memiliki banyak bioskop akan lebih banyak film diputar, serta muncul beberapa gagasan besar," ujarnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X