Kompas.com - 14/04/2015, 09:51 WIB
Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, Senin (23/2/2015) usai blusukan di Tanjung Lesung, Banten. Kompas.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, Senin (23/2/2015) usai blusukan di Tanjung Lesung, Banten.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Presiden Joko Widodo menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional kali ini berjalan cukup lancar. Dia meyakini, UN yang tak lagi menjadi tolak ukur kelulusan seorang siswa akan mengurangi tekanan yang dihadapi para siswa dan sekolah.

Dia menyebutkan pada tahun ini, ada peraturan yang baru dibuat pemerintah, yakni soal penetapan indeks integritas. Indeks integritas ini diterapkan kepada sekolah.

"Sekolah diukur indek integritasnya seperti apa. Ajak sekolah yang jujur, kejujurannya yang tinggi dan mana yang tidak jujur kelihatan. Ada mesinnya yang bisa ngecek yang ini jujur dan yang tidak jujur kelihatan," ucap Presiden Jokowi usai melakukan sidak bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Pemerintah, sebut Jokowi, memiliki target untuk menghilangkan kecurangan, termasuk pembocoran soal untuk meningkatkan integritas di lingkungan sekolah. (baca: Mendikbud: Masyarakat Jangan Ragu Laporkan Kecurangan UN)

Anies menambahkan, indeks integritas ini diterapkan kepada sekolah agar memacu mereka melaksanakan UN dengan jujur. Provinsi DKI Jakarta, kata Anies, adalah wilayah dengan tingkat integritas paling tinggi dibanding daerah lainnya.

"Ini jadi contoh. Jadi buat pertanyaan kita, kapan daerah lain menyusul, kapan sekolah lain menyusul karena yang ini sudah menunjukan indeks integritasnya tinggi. Harapannya, jalankan ujian nasional dengan baik termasuk nanti SMP," ucap Anies.

Anies mengatakan, indek integritas sekolah akan diumumkan setelah pelaksanaan UN. "Kalau diumumkan sekarang akan menimbulkan masalah. Kami akan umumkan semua, supaya transparan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

UN 2015 berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni tidak lagi menentukan kelulusan. Kemdikbud menetapkan nilai standar 5,5 dan tidak ada kewajiban mengulang.

Pada UN 2015, juga diselenggarakan UN berbasis komputer di 585 SMA-SMK serta SMP di Tanah Air. Sekolah akan menerima dua laporan, yakni kinerja siswa dan integritas sekolah..

UN berbasis kertas tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April hingga 15 April. Sementara untuk UN berbasis komputer tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April - 16 April dan 20 April hingga 21 April.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.