Kadisdik DKI: Yang Bocor Itu Orang yang Bilang Soal UN Bocor!

Kompas.com - 15/04/2015, 13:47 WIB
Presiden Jokowi berfoto bersama para siswa peserta ujian nasional (UN) seusai melakukan sidak bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4/2015). Afrian Malik/KOMPAS.comPresiden Jokowi berfoto bersama para siswa peserta ujian nasional (UN) seusai melakukan sidak bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4/2015).
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 berjalan dengan baik dan lancar sesuai persiapan yang telah dilakukan. Provinsi DKI Jakarta yang juga menyelenggarakan UN dengan sistem Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) tidak menemui kendala dalam pelaksanaannya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman menyampaikan bahwa kecurangan terkait kebocoran naskah UN pun tidak terjadi pada pelaksanaan UN yang mengedepankan indeks integritas. Menurutnya, secara rasional tidak pernah terjadi kebocoran soal.

"Tapi yang bocor itu adalah orang-orang yang berbicara bahwa soal UN itu bocor. Semua sistem dan tahapan yang dilakukan ada berita acaranya, secara fisik pun soal UN disegel dan pengawasannya pun bekerja sama dengan pihak Kepolisian," ujar Arie saat berkunjung di SMK Negeri 1 Jakarta, Selasa (14/4/2015) kemarin.

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo pun menyaksikan sendiri, dirinya tidak diizinkan memasuki ruangan penyimpanan naskah. Hal itu dilakukan untuk menjaga kerahasiaan naskah UN tersebut.

"Pengawasan ini dilakukan supaya tidak terjadi kebocoran dari oknum-oknum yang memang ingin berlaku curang," ujar Arie.

Arie mengatakan, jika terjadi kebocoran, hal itu diakibatkan oleh oknum yang memiliki kepentingan tidak benar. Selain itu, UN berbasis komputer yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah juga akan dilakukan perluasan ke sekolah lainnya. Tujuannya untuk menghemat biaya dan juga menjadi lebih efisien dalam setiap pelaksanaan UN ke depannya.

"Bayangkan, jika pengiriman naskah UN ke beberapa daerah seperti di Papu atau Maluku, sangat memakan waktu dan tidak efisien. Selain itu sangat boros dalam pengeluaran biaya pengiriman. Ke depannya UN CBT bisa menghemat biaya dalam pelaksanaannya," kata Arie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arie menambahkan bahwa pelaksanaan UN hari pertama berjalan lancar. UN CBT yang menjadi kekhawatiran dari berbagai pihak ternyata berjalan baik dan tanpa kendala.

Adapun siswa di Jakarta yang tidak mengikuti UN karena sakit hanya 0,08 persen atau sekitar 39 siswa. Pelaksanaan UN susulan dilaksanakan pada 20 April 2015.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
Catat! Tarik Tunai Tak Perlu Kartu ATM Lagi, Ini Daftar Bank dan Caranya!
Catat! Tarik Tunai Tak Perlu Kartu...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.