Kompas.com - 20/04/2015, 17:36 WIB
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini akan ada beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. UN tidak lagi menjadi syarat penentu kelulusan para siswa, tapi lebih mengutamakan integritas kejujuran dalam pelaksanaanya.

Begitu juga dengan laporan nilai hasil UN yang diterima oleh para siswa. Nilai UN tidak hanya akan berupa angka-angka, namun ada penjelasan dari setiap angka-angka tersebut.

"Laporan hasil UN kali ini akan lebih lengkap, karena tidak hanya bersifat angka saja. Ini telah menjadikan UN sebagai suatu pembelajaran, bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (15/4/2915) lalu.

Mendikbud mengatakan, sistem laporan nilai hasil UN kali ini akan lebih terperinci terhadap nilai yang didapatkan oleh para siswa. Selain itu, para siswa juga bisa membandingkan dengan wilayah lainnya.

"Pada nilai angka itu akan ada keterangan mengenai kategorinya seperti sangat baik, baik, cukup baik dan seterusnya. Lalu, setelah itu akan ada nilai rata-rata kabupaten kota, provinsi, dan nasional sehingga para siswa bisa membandingkan dengan rata-rata di wilayah lainnya,” ujar Mendikbud.

Mendikbud menambahkan bahwa akan ada komponen dari setiap penilaian yang akan dibagi. Misalnya komponen Matematika akan dibagi menjadi penilaian arimatika, geometri, soal cerita, serta aljabar. Sesudah itu akan ada penjelasan kualitatif terhadap arti dari nilai angka yang didapat.

"Karena selama ini siswa menerima nilai angka, namun tidak mengetahui penjelasan arti dari angka tersebut. Sebagai contoh mata pelajaran Fisika, jika ada seorang siswa mendapatkan nilai 85 sampai 100, maka dalam penjelasannya siswa mampu menyelesaikan permasalahan fisika kompleks dengan kemampuan nalar tinggi. Tapi, jika siswa menerima nilai di bawah 50, siswa tersebut belum mampu menggunakan rumus Fisika sederhana,” ujarnya.

Mendikbud menjelaskan, dengan menerapkan laporan nilai seperti itu di setiap mata pelajaran, maka orang tua dapat mengetahui apa saja yang telah dicapai oleh anaknya selama proses belajar di sekolah. Selain itu, siswa pun dapat mengetahui penjelasan terhadap angka yang didapatkannya pada UN tersebut.

"Kita ingin ini dijadikan sebuah proses pembelajaran dan bukan proses penghakiman, karena jika siswa mendapat nilai di atas sekian akan lega, namun jika di bawah itu duka. Kita ingin mengubah pandangan itu semua terhadap UN," kata Mendikbud.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.