Kompas.com - 02/05/2015, 08:00 WIB
Untuk melatih mahasiswa sebagai professional dunia, disediakan program kerja sama dengan perguruan tinggi asing seperti di Cina, Korea, Thailand, Vietnam, Amerika dan berbagai negara lainnya. Dok KUISUntuk melatih mahasiswa sebagai professional dunia, disediakan program kerja sama dengan perguruan tinggi asing seperti di Cina, Korea, Thailand, Vietnam, Amerika dan berbagai negara lainnya.
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Masalah yang kerap dihadapi mahasiswa adalah menentukan masa depan setelah lulus kuliah. Mahasiswa seringkali takut terjebak dalam memilih pekerjaan yang sesuai.

Demikian disampaikan oleh Takeshi Yoshiwatari, Manager for Business Consultant PT Fuji Staff Indonesia, Jumat (10/4/2015). Menurut dia, tidak cukupnya informasi yang didapatkan mahasiswa kadang menjadi kendala serius menentukan pilihan masa depan.

Yoshiwatari mengatakan, hal seperti itu tidak akan ditemukan mahasiswa lulusan Kansai University of International Studies (KUIS). Kampus tersebut mengedepankan pendidikan berbasis global sehingga benar-benar mempersiapkan mahasiswanya untuk terjun ke dunia kerja internasional.

"Mahasiswa bisa mendapatkan empat jenjang konseling sejak masuk kuliah. Pada tahun pertama mereka akan diarahkan untuk menemukan bakat dan minat," ujar Yoshiwatari.

Kemudian, masuk tahun kedua akan diberikan peluang untuk terjun langsung ke masyarakat. Lalu, di tahun berikutnya kampus akan membantu mahasiswa menemukan karir sesuai keinginan.

"Di tahun keempat mahasiswa akan mulai dipersiapkan untuk praktek kerja. Mereka akan diarahkan,” ujarnya.

Yoshiwatari menambahkan, universitas juga memiliki delapan program khusus untuk membantu mahasiswa mewujudkan impiannya. Delapan program itu meliputi Sistem Penasehat, Sistem Mentoring Siswa, Sistem Jam Kerja, Latihan Pembelajaran, Program Kenaikkan, Sistem Penilaian IPK Akademis, Program Center, dan Bantuan  Kelulusan Kualifikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semuanya kami harapkan bisa menjadi bekal mahasiswa mencapai kelulusan dan mendapatkan pekerjaan. Tapi, tentu saja, pelatihan seperti ini tidak hanya datang dari pihak universitas," kata Yoshiwatari.

"Mahasiswa juga bisa mengasah keterampilannya melalui kerja sambilan. Kami berikan kesempatan kerja sambilan dengan maksimal 28 jam kerja. Dengan upah rata-rata 800 yen per jam, bisa menutup pengeluaran biaya hidup,” tambahnya.

Dok KUIS Pelatihan kerja di dalam dan luar negeri untuk menggali potensi mahasiswa, melakukan interaksi sosial, dan mendapatkan pengalaman berbeda dari biasanya.
Di sana ditawarkan juga empat program bantuan agar mahasiswa siap masuk ke dunia kerja. Keempat program itu meliputi pelatihan wawancara individu, perkemahan untuk orientasi mencari kerja, job fair, dan persiapan khusus untuk wawancara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.