Perpustakaan Digital, Rujukan Khusus untuk Mahasiswa "Online Learning"

Kompas.com - 05/05/2015, 07:30 WIB
www.shutterstock.com Berbeda dengan perpustakaan fisik, perpustakaan digital dapat diakses kapan dan di mana saja. Mahasiswa hanya perlu media untuk mengaksesnya, mulai laptop, netbook, tablet hingga ponsel pintar dengan internet yang baik.
KOMPAS.com – Sistem kuliah online sudah mulai berkembang di Indonesia. Melalui metode online learning, beberapa perguruan tinggi sudah membuka kelas untuk mahasiswa yang dirasa memiliki kesibukan padat. Menariknya, para mahasiswa akan dibekali fasilitas perpustakaan digital sebagai rujukan pembelajaran.

Berbeda dengan perpustakaan fisik, perpustakaan digital dapat diakses kapan dan di mana saja. Mahasiswa hanya perlu media untuk mengaksesnya, mulai laptop, netbook, tablet hingga ponsel pintar dengan internet yang baik.

Memang, saat ini belum semua perguruan tinggi memiliki perpustakaan digital. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah Universitas Bina Nusantara (Binus University). Dengan metode Binus Online Learning, mahasiswa dapat mengakses perpustakaan digital sebagai fasilitas pembelajaran.

Pada dasarnya perkuliahan dengan sistem online memang menuntut mahasiswa untuk belajar lebih mandiri. Oleh karena itu, tambahan fasilitas perpustakaan digital akan memudahkan mahasiswa yang membutuhkan referensi buku.

"Perkuliahan dengan metode online learning tentu mendorong mahasiswa untuk self learning," ungkap Deputi Direktur Binus online learning, Agus Putranto.

Masih tergolong baru, lanjut Agus, perpustakaan digital di Binus University masih bersifat hybrid atau campuran. Artinya, perpustakaan berawal dari perpustakaan tradisional, kemudian berkembang menggunakan jaringan komputer atau web. Koleksi perpustakaan juga terbagi menjadi dua, sebagian sudah digital tapi koleksi fisik pun masih tersedia.

"Melalui perpustakaan digital ini metode pembelajaran online lebih maksimal. Mahasiswa tak perlu datang ke kampus kalau ingin mencari referensi pembelajaran. Buku-buku penunjang perkuliahan yang sudah berformat e-book bisa diunduh dengan mudah dan cepat," ujar Agus.

www.shutterstock.com Dengan video conference, mahasiswa tetap merasa diperhatikan dosen walaupun tidak berada di ruangan kelas. Mereka juga bisa berdiskusi dengan mahasiswa lainnya yang mengikuti kegiatan konferensi video tersebut.
Agus menambahkan, sistem online maksimal seperti itulah yang ditekankan pada metode Binus Online Learning. Sistem ini sesuai dengan mahasiswa yang dibidik, yaitu orang-orang yang sudah bekerja, ibu rumah tangga, atau mereka dengan kesibukan tinggi sehingga tak punya waktu menjalankan aktifitas perkuliahan di kampus (Baca: Kuliah Jangan Sampai Mengganggu Kerja, Bisa?).

"Dengan cara ini mahasiswa tetap bisa menjalankan aktifitas perkuliahan secara online tanpa harus mengganggu pekerjaannya. Kita jaga fleksibilitasnya, tapi tetap kita hasilkan lulusan yang kualitasnya sama dengan perkuliahan reguler," kata Agus.

Saat ini, Binus Online Learning menyediakan program strata satu (S-1), yaitu program dari SMA ke S-1. Program studinya adalah Sistem Informasi dan Manajemen dengan peminatan Business Management. Selain itu ada juga program dari SMA ke D-3, yaitu Komputerisasi Akuntansi.

Adapun program dari D-3 ke S-1 terdiri dari tiga program studi, Sistem Informasi, Manajemen dengan peminatan Marketing dan Akuntansi. Sementara itu, program studi untuk S-2 adalah Magister Teknik Informatika dan Magister Manajemen Sistem Informasi.

"Keseluruhan mahasiswa yang mengambil program ini mendapat fasilitas untuk mengakses perpustakaan digital," kata Agus.

Baca juga: 5 Mitos yang Salah tentang Kuliah Sistem "Online Learning"

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X