Kompas.com - 05/05/2015, 17:11 WIB
Secara umum, hal pertama dapat dilakukan menghadapi AEC adalah, apabila kita tidak siap bersaing di luar Indonesia (di negara-negara ASEAN lainnya), maka kita harus fokus di pasar Indonesia itu sendiri. Binus UniversitySecara umum, hal pertama dapat dilakukan menghadapi AEC adalah, apabila kita tidak siap bersaing di luar Indonesia (di negara-negara ASEAN lainnya), maka kita harus fokus di pasar Indonesia itu sendiri.
|
EditorLatief

Sementara itu, APK (angka partisipasi kasar) perguruan tinggi Indonesia tahun 2014 masih 30 persen. APK adalah jumlah warga usia 19-23 tahun yang telah mengakses pendidikan tinggi. Walaupun mengalami peningkatan setiap tahunnya, angka ini masih jauh di bawah Malaysia, yaitu 60 persen dan Korea Selatan, 90 persen. Indonesia diprediksi akan menyusul angka 60-70 persen pada 2045.

Melihat kondisi ini, dibutuhkan sistem pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau dan mampu menyentuh tiap sudut wilayah Indonesia. Faktanya, data Dikti menyebutkan, dari total 4.273 perguruan tinggi, jumlah universitas hanya memiliki 508. Lainnya berupa akademik, politeknik, sekolah tinggi atau institut.

Pembelajaran online

"Solusi kondisi geografis Indonesia adalah online learning,” ujar Rektor Binus University Harjanto Prabowo pada acara 'Dinner with Rektor Binus University' di Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2015).

Dia mengatakan, melalui pendidikan jarak jauh (PJJ) atau online learning, masyarakat memiliki akses pendidikan tanpa batasan geografis. Apalagi, menurutnya, infrastruktur saat ini sudah memadai sehingga bukan lagi merupakan halangan.

"Sekarang, akses internet di beberapa tempat sudah bagus. Online learning jadi lebih mudah dilakukan. Video confference, chatting, e-mail, semua bisa," ujar Harjanto.

Selain itu, karena hampir semua aktivitas perkuliahan dilakukan secara online, mahasiswa tidak perlu menggunakan fasilitas kampus. Harga yang ditawarkan pun menjadi lebih murah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biaya transportasi juga berkurang. Kan nggak perlu ngampus," ujar Harjanto.

www.shutterstock.comBangun sistem pembelajaran online

Salah satu syarat mendirikan PJJ adalah universitas mampu menyediakan unit sumber belajar jarak jauh (USBJJ). Penentuan wilayah pun tidak sembarangan. USBJJ wajib dibangun di tempat yang paling mudah diakses. Selain itu, perguruan tinggi juga harus memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran online.

"Saat ini Binus sudah punya 5 learning center (USBJJ) dari total target 15. Target ini kita kejar terus," tutur Harjanto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.