Kompas.com - 05/05/2015, 17:56 WIB
Mahasiswa yang mengambil program MM Eksekutif akan ditemui dengan ratusan studi kasus yang harus dipecahkan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan dapat dijadikan pedoman saat mengambil keputusan untuk kebutuhan perusahaan. www.shutterstock.comMahasiswa yang mengambil program MM Eksekutif akan ditemui dengan ratusan studi kasus yang harus dipecahkan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan dapat dijadikan pedoman saat mengambil keputusan untuk kebutuhan perusahaan.
|
EditorLatief

"Di posisi itu, dia dituntut mampu mengelola berbagai keadaan dan orang-orang dengan berbagai karakter dan kepribadian. Saat itulah soft skill-nya diuji," tutur Nico. 

Nico menambahkan, dalam menjembatani kebutuhan dunia kerja, perguruan tinggi wajib memiliki rancangan kurikulum yang mengedepankan penggunaan teori.

"Di program S-1, kami punya mata kuliah wajib, yaitu Business Simulation. Di situ mahasiswa diajarkan bagaimana memakai ilmu yang dipelajari. Bentuknya case study menggunakan internet dan ada lisensinya," kata Nico.

Mata kuliah Business Simulation terintegrasi dengan semua program di Binus International. Perkuliahan untuk program S-2 bahkan lebih banyak membahas tentang aplikasi teori yang sedang diajarkan.

"Kadang kita mendiskusikan tentang bagaimana mengaplikasikannya di situasi perusahaan dia. Dosen malah jadi konsultan gratis," ujarnya. 

Nico berharap, para mahasiswa mengerti cara mengaplikasikan ilmu dalam dunia kerja sehingga prospek karirrnya kian gemilang. 

Sudah saatnya perguruan tinggi mengelola secara maksimal program magang untuk para mahasiswanya. Ketika magang di suatu perusahaan, pihak kampus harus memastikan para mahasiswa ditempatkan sesuai spesifikasi jurusan.

"Jangan sampai hanya jadi tukang fotokopi," katanya. 

Menghindari hal itu, lanjut Nico, sebelum mahasiswa terjun magang di perusahaan ada standar of procedure (SOP) yang wajib dipatuhi. Ada kesepakatan tertulis antara pihak universitas dan perusahaan tentang di mana dan apa yang akan dikerjakan oleh mahasiswa selama proses magang. 

"Misalnya, saat kita bekerja sama dengan universitas di Belanda, mereka memberikan daftar perusahaan. Lalu, kita buat daftar job desk untuk mahasiswa magang kita di sana," ujarnya. 

Menurut dia, hal tersebut mutlak perlu dilakukan agar mahasiswa dapat menggali semua pengalaman tentang dunia kerja selama magang. 

"Mereka harus keliling departemen supaya mengerti cara dan teknik kerja, etika, dan cara berkomunikasi dalam tim. Jadi, nanti ketika lulus, mereka tahu kerja itu sebenarnya gimana," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X