Trik Menulis Jitu dari "Negeri 5 Menara"

Kompas.com - 22/05/2015, 14:12 WIB
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Ahmad Fuadi, penulis novel best seller, trilogi Negeri 5 Menara. Novel ini telah meraih hati banyak pembaca di dalam dan di luar negeri.

KOMPAS.com – Semua orang bisa menjadi penulis. Itulah tema yang diusung Program Komunikasi Binus Internasional di acara " Tech Media Talk" di Kampus Binus JWC, Senayan, Selasa (19/5/2015).

Acara "Tech Media Talk" memang diselenggarakan secara rutin oleh Communication Program Binus International. Kegiatan ini menghadirkan banyak pembicara penting dari industri media.

"Harapannya, para mahasiswa komunikasi Binus punya keberanian dan kepercayaan diri untuk bertemu dan belajar dari orang-orang hebat, seperti pembicara kita hari ini," ujar Christine Gneuss, Subject Content Coordinator di program komunikasi Binus Internasional.

Salah satu pembicara yang diundang kali ini adalah Ahmad Fuadi. Fuadi adalah salah satu penulis novel terlaris di Indonesia. Ia membagi pengalaman menulisnya.

Tak hanya laris di pasar Indonesia. Novel trilogi 'Negeri 5 Menara" itu ternyata mampu membuat pembaca dari berbagai belahan dunia jatuh cinta. Bahkan, Fuadi sukses meraih banyak penghargaan. Terakhir kali ia menyabet "The National Intellectual Property Rights Award" untuk kategori novel oleh Directorate Generale of Intellectual Property Rights pada 2013.

Lebih dari itu, novel tersebut menjadi literatur wajib di beberapa sekolah di luar negeri, misalnya Xin Min Singapura, Lote Secondary School di New South Wales, Australia, dan University of California di Amerika. Tak ayal, Fuadi kerap diundang ke luar negeri sebagai pembicara.

"Saat menulis, kita tidak akan pernah tahu seberapa jauh tulisan kita bisa berkelana. Menyentuh hati banyak orang dari berbagai belahan dunia,” ucap Fuadi.

Menulis kreatif ala Fuadi

Fuadi mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang dengan bakat menulis alami. Dia menyebut dirinya seorang "learned writer". Novel pertamanya itu merupakan buah manis dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun untuk belajar menulis

"Saat saya bilang mau menulis novel, istri saya langsung khawatir. Bagaimana tidak, saya tidak pernah menulis novel sebelumnya," tutur dia.

Dengan santai, ia membagikan trik-trik sederhana dan mudah dipahami untuk menghasilkan sebuah cerita bermutu. Menurutnya, sebuah tulisan harus memiliki nilai sehingga orang tertarik membacanya.

Apa motivasi Anda?

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X