Trik Menulis Jitu dari "Negeri 5 Menara"

Kompas.com - 22/05/2015, 14:12 WIB
Penulis Ahmad Fuadi berpose saat jumpa pers terkait rencana pembuatan film yang diangkat dari novel karyanya yang berjudul Negeri 5 Menara, di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/5/2011). Novel ini menceritakan kisah enam sahabat yang memiliki kegigihan dalam meraih mimpi-mimpi mereka. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIPenulis Ahmad Fuadi berpose saat jumpa pers terkait rencana pembuatan film yang diangkat dari novel karyanya yang berjudul Negeri 5 Menara, di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/5/2011). Novel ini menceritakan kisah enam sahabat yang memiliki kegigihan dalam meraih mimpi-mimpi mereka.
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Semua orang bisa menjadi penulis. Itulah tema yang diusung Program Komunikasi Binus Internasional di acara " Tech Media Talk" di Kampus Binus JWC, Senayan, Selasa (19/5/2015).

Acara "Tech Media Talk" memang diselenggarakan secara rutin oleh Communication Program Binus International. Kegiatan ini menghadirkan banyak pembicara penting dari industri media.

"Harapannya, para mahasiswa komunikasi Binus punya keberanian dan kepercayaan diri untuk bertemu dan belajar dari orang-orang hebat, seperti pembicara kita hari ini," ujar Christine Gneuss, Subject Content Coordinator di program komunikasi Binus Internasional.

Salah satu pembicara yang diundang kali ini adalah Ahmad Fuadi. Fuadi adalah salah satu penulis novel terlaris di Indonesia. Ia membagi pengalaman menulisnya.

Tak hanya laris di pasar Indonesia. Novel trilogi 'Negeri 5 Menara" itu ternyata mampu membuat pembaca dari berbagai belahan dunia jatuh cinta. Bahkan, Fuadi sukses meraih banyak penghargaan. Terakhir kali ia menyabet "The National Intellectual Property Rights Award" untuk kategori novel oleh Directorate Generale of Intellectual Property Rights pada 2013.

Lebih dari itu, novel tersebut menjadi literatur wajib di beberapa sekolah di luar negeri, misalnya Xin Min Singapura, Lote Secondary School di New South Wales, Australia, dan University of California di Amerika. Tak ayal, Fuadi kerap diundang ke luar negeri sebagai pembicara.

"Saat menulis, kita tidak akan pernah tahu seberapa jauh tulisan kita bisa berkelana. Menyentuh hati banyak orang dari berbagai belahan dunia,” ucap Fuadi.

Menulis kreatif ala Fuadi

Fuadi mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang dengan bakat menulis alami. Dia menyebut dirinya seorang "learned writer". Novel pertamanya itu merupakan buah manis dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun untuk belajar menulis

"Saat saya bilang mau menulis novel, istri saya langsung khawatir. Bagaimana tidak, saya tidak pernah menulis novel sebelumnya," tutur dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X