Menristek Janji Tindak Kasus Perjokian SBMPTN

Kompas.com - 09/06/2015, 19:27 WIB
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir KOMPAS.com/ICHA RASTIKAMenteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir
EditorSandro Gatra


YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir berjanji menindak tegas setiap kasus perjokian dalam pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.

"Pelaku serta yang memberikan celah kasus perjokian semuanya akan diberikan sanksi tegas," kata Nasir saat memantau pelaksanaan ujian SBMPTN di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Yogyakarta, Selasa (9/6/2015), seperti dikutip Antara.

Menurut Nasir, pihak universitas perlu memberikan pengawasan secara mendetail untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya joki dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Bagi oknum perguruan tinggi yang memberikan fasilitas atau celah akan kami berikan sanksi tegas. Kalau pelaku mahasiswa dia akan dikeluarkan dari perguruan tinggi," kata dia.

Sementara bagi calon mahasiswa yang terindikasi menggunakan bantuan joki akan langsung didiskualifikasi sebagai peserta SBMPTN. Pelaku joki akan diserahkan ke kepolisian.

Menurut dia, selama melakukan peninjauan pelaksanaan SBMPTN di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Yogykarta (UNY), kasus perjokian tidak banyak terjadi.

Menurut laporan yang ia terima, kasus perjokian hanya ditemukan di Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

"Modusnya seperti apa, akan kami didalami lagi," kata Nasir.

Kendati demikian, katanya, sesuai hasil peninjauan di beberapa perguruan tinggi negeri, secara umum pelaksanaan SBMPTN berlangsung dengan baik.

"Alhamdulillah secara umum berjalan dengan baik, seluruh naskah disediakan dengan baik dan lengkap serta kondisi tidak rusak," kata dia.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X