Kompas.com - 29/06/2015, 17:38 WIB
Menteri Ristek dan Dikti M Nasir Icha Rastika/Kompas.comMenteri Ristek dan Dikti M Nasir
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com - Proses perubahan status perguruan negeri swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) menyisakan sejumlah masalah. Hal itu menjadi salah satu penyebab munculnya moratorium untuk pembentukan perguruan tinggi baru dan perubahan status PTS menjadi PTN.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengungkapkan, Presiden Joko Widodo memintanya segera menyelesaikan kajian terkait permasalahan yang muncul akibat perubahan status PTS menjadi PTN. Selama kajian itu belum selesai, Jokowi memerintahkan moratorium dilanjutkan.

"Dalam hal ini perlu ada kajian lebih dalam," kata Nasir seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Nasir menjelaskan, saat ini ada 29 PTS yang baru berubah status menjadi PTN. Masalah yang muncul setelahnya adalah masalah kepegawaian, penyerahan aset, dan masalah anggaran.

Terkait kepegawaian, masalahnya muncul karena seluruh pegawai pada 29 PTN itu tidak otomatis menjadi menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Jumlah pegawainya mencapai 4.539 orang.

Nasir mengusulkan agar seluruh pegawai itu menjadi pegawai tetap non-PNS. Menurut Nasir, usulannya itu sudah sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

"Kalau mereka (ditetapkan) honorer mereka protes karena enggak bisa mengembangkan kariernya," ucap Nasir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia melanjutkan, kajian akan dilakukan dari sisi pemisahan aset milik PTS yang berubah menjadi PTN. Sedangkan untuk anggaran juga masih terjadi masalah karena pemerintah daerah menolak membiayai perguruan tinggi tersebut selama lima tahun.

"Kita kaji, kita lihat ruang fiskalnya. Habis Lebaran saya sampaikan pada Presiden," ujar Nasir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.