Kompas.com - 09/07/2015, 14:36 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja'far, usai acara penandatanganan MoU Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah Perbatasan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
ANNE ANGGRAENI FATHANA/KOMPAS.comMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja'far, usai acara penandatanganan MoU Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah Perbatasan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menggandeng kerja sama dengan 10 perguruan tinggi di wilayah perbatasan untuk meningkatkan pembangunan daerah perbatasan Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan karena masih terbatasnya ketersediaan tenaga kerja dan modal untuk mengelola potensi di wilayah perbatasan.

"Perguruan tinggi merupakan pengawal dan penyangga percepatan pembangunan bangsa. Mahasiswa dan perguruan tinggi harus terjun langsung meningkatkan kualitas kebijakan serta program pemberdayaan masyarakat," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja'far, pada acara penandatanganan MoU Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah Perbatasan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Indonesia memiliki lebih dari 1.700 desa/kelurahan yang berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga. Marwan mengatakan, sinergi dengan perguruan tinggi dapat membantu kementerian merumuskan konsep dan model program pembangunan, memberikan sumber penelitian, serta tata cara pemberdayaan masyarakat sesuai dengan prioritas pemerintah.

Program pembangunan tersebut akan mencakup penataan fisik, sumber daya manusia, sekaligus ideologi nasionalisme berbangsa yang juga dilakukan untuk mengantisipasi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan datang.

“Hal ini tentu karena melihat bahwa wilayah perbatasan memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk perputaran barang dan jasa, sekaligus pagar pertahanan keamanan Negara,” ujar Marwan.

Marwan mengatakan, kerjasama tersebut diharapkan memunculkan inovasi baru untuk mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tertinggal, wilayah tertentu, dan kawasan transmigrasi.

Adapun kampus yang ikut dalam penandatanganan MoU tersebut adalah Universitas Borneo Tarakan, Universitas Cinderawasih Papya, Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Riau, Universitas Samratulangi Manado, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Tanjung Pura Pontianak, dan Universitas Tribuanan Kalabahi Alor Nusa Tenggara Timur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.