Kompas.com - 14/07/2015, 11:56 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengumumkan Indeks Integritas UN SMP secara nasional di SMP Negeri 1 Kota Magelang, Kamis (11/6/2015). Kompas.com/Ika FitrianaMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengumumkan Indeks Integritas UN SMP secara nasional di SMP Negeri 1 Kota Magelang, Kamis (11/6/2015).
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, tantangan penyelenggaraan pendidikan Indonesia tidak mudah karena banyaknya kendala.

"Tantangannya tidak mudah. Di Kota Kinabalu, misalnya, kendala yang dihadapi mulai dari transportasi, karena anak-anak TKI banyak yang tinggal di pedalaman," ujar Anies usai penandatanganan kerja sama dengan Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (14/7/2015), seperti dikutip Antara.

Akibat banyaknya anak-anak yang tinggal di perbatasan, mereka harus berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali karena mobil sekolah harus berkeliling dan sampai di sekolah jam 07.00.

"Sebagian besar anak-anak Indonesia di Kota Kinabalu memilih tinggal di asrama. Sabtu dan Minggu baru pulang ke rumah," ujar dia.

Saat ini, terdapat 14 sekolah Indonesia di luar negeri yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat yang melayani lebih dari 3.000 siswa WNI. Sekolah tersebut berada di Kuala Lumpur, Kota Kibalu, Singapura, Davao, Bangkok, Yangon, Tokyo, Jeddah, Riyadh, Mekkah, Kairo, Den Haag, Moskow, dan Beograd.

Dari seluruh sekolah tersebut, terdapat sekolah yang berstatus sekolah internasional dan juga dihadiri siswa WNA, yakni sekolah Indonesia di Yangon, Myanmar.

Penyelenggaraan pendidikan formal di luar negeri juga dilakukan oleh beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terdapat di Kota Kinabalu, Malaysia dan Davao. Selain, itu juga terdapat komunitas belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menaungi sekitar 30.000 anak WNI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Permasalahan utamanya adalah belum adanya penataan sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri," kata Anies.

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada usaha ekstra agar ada jaminan anak-anak bangsa di luar negeri bisa mendapatkan pendidikan.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan penandatanganan Peraturan Bersama mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi penyemangat dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat Indonesia di luar negeri," tukas Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.