Pemerintah Anjurkan PNS Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

Kompas.com - 26/07/2015, 21:18 WIB
Para orangtua murid menyaksikan anak mereka mengikuti upacara pembukaan masa orientasi siswa baru di SD Pembangunan Jaya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/7). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendorong pelibatan orangtua dalam pendidikan anak. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pendidikan karakter dari sektor nonkurikuler yang selama ini sering dikesampingkan. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPara orangtua murid menyaksikan anak mereka mengikuti upacara pembukaan masa orientasi siswa baru di SD Pembangunan Jaya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/7). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendorong pelibatan orangtua dalam pendidikan anak. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pendidikan karakter dari sektor nonkurikuler yang selama ini sering dikesampingkan.
EditorTri Wahono


JAKARTA, KOMPAS.com
- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil dan aparatur pemerintah lainnya dianjurkan untuk meluangkan waktu untuk mengantarkan anak-anaknya berangkat sekolah pada hari pertama masuk sekolah, baik di SD, SMP, maupun SMA, Senin (27/7/2015).

"Mengantarkan anak di hari pertama masuk sekolah, memberinya motivasi untuk percaya diri dan berperilaku baik di sekolah adalah bagian dari pembangunan karakter anak," tutur Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi dalam pernyataan resmi, Minggu (26/7/2015).

Anjuran tersebut merupakan upaya meningkatkan budi pekerti anak, membangun kepercayaan diri anak, serta sebagai bentuk komitmen yang kuat dari orang tua terhadap lingkungan sekolah anak-anaknya.

Yuddy juga meminta agar para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di setiap instansi pemerintah memberikan izin atau dispensasi kepada pegawai yang memiliki anak usia sekolah untuk terlambat masuk kerja karena mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah.

Ia menyatakan, masa depan Indonesia terletak pada budi pekerti anak. Untuk itu, aparat pemerintah sebagai pemimpin di tengah-tengah masyarakat harus menjadi contoh dan teladan dalam melahirkan dan mendesain anak Indonesia yang berbudi pekerti dan berkarakter kuat.

Oleh karena itu, ia minta agar keterlambatan tersebut tidak dicatat sebagai pelanggaran disiplin selama dilakukan atas izin dan dalam batas waktu yang proporsional.

Himbauan tersebut disampaikan Yuddy setelah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Anies Baswedan di Jakarta. Anies meminta bantuan Yuddy untuk memberikan himbauan kepada segenap ASN agar menjadi teladan dalam membangun budi pekerti anak yang diawali dengan mengantarnya ke sekolah.

Menurut Anies, saat ini sedang ada antusiasme orang tua untuk menghantar anak di hari pertama sekolah, terutama yg masuk jenjang baru, yakni SD kelas 1 dan SMP kelas 1.

"Kami merespon positif jika ada lampu hijau dari Menteri PANRB untuk memberi kesempatan kepada ayah/ibu yang PNS, ikut mengantar sekolah anaknya di hari pertama," kata Anies.

Menemani anak di saat paling bersejarah yakni masuk sekolah pertama kali, tutur Anies, sangat berarti sebagaimana mereka hadir kelak saat anaknya diwisuda.

Di sisi lain, menurutnya, mengantar anak di hari pertama itu juga dapat mendorong interaksi positif antara orang tua dengan guru.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X