Kompas.com - 15/09/2015, 22:28 WIB
Sekelompok anak belajar bersama di pekarangan rumah karena sekolah diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan terkait kabut asap, di kawasan Kinibalu Pekanbaru, Rabu (16/9/2015). TRIBUN PEKANBARU / MELVINAS PRIANANDASekelompok anak belajar bersama di pekarangan rumah karena sekolah diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan terkait kabut asap, di kawasan Kinibalu Pekanbaru, Rabu (16/9/2015).
EditorBayu Galih

PEKANBARU, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menggelar telekonferensi dengan seluruh kepala Dinas Pendidikan di Provinsi Riau untuk membahas libur sekolah akibat darurat asap.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Kamsol mengatakan, rapat jarak jauh bersama Mendikbud digelar di kantor Disdik Riau di Pekanbaru yang diikuti oleh seluruh kepala Dinas Pendidikan dari 12 kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut, Kamsol menjelaskan bahwa dampak asap membuat seluruh sekolah di Riau diliburkan sejak Senin (14/9/2015).

"Setelah Pelaksana Tugas Gubernur Riau menyatakan status darurat pencemaran udara karena asap kebakaran, semua sekolah diliburkan mulai dari tingkatan PAUD hingga SMA termasuk juga seluruh sekolah agama," kata Kamsol di Pekanbaru, Selasa (15/9/2015).

Ia mengatakan Mendikbud menginstruksikan setiap akhir pekan keputusan meliburkan sekolah harus dievaluasi, mulai dari tingkat sekolah hingga di Dinas Pendidikan. Menurut dia, Anies Baswedan prihatin dengan kondisi asap di Riau dan meminta libur sekolah tidak membuat siswa Riau tertinggal dalam mata pelajaran.

"Seluruh guru, wali kelas harus memberikan beban tugas yang dibagikan kepada siswa setiap hari meski sekolah diliburkan. Kemudian kepala sekolah harus rutin melakukan evaluasi," kata Kamsol.

TRIBUN PEKANBARU / MELVINAS PRIANANDA Sekelompok anak belajar bersama di pekarangan rumah karena sekolah diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan terkait kabut asap, di kawasan Kinibalu Pekanbaru, Rabu (16/9/2015).
Ketika aktivitas sekolah normal kembali, lanjut Kamsol, Menteri Anies Baswedan meminta jam pelajaran siswa ditambah untuk mengejar ketertinggalan pelajaran. Namun, penambahan jam belajar bukan menggunakan hari libur.

"Jadi apabila sekolah pulang normal jam satu siang, akan ditambah jam belajarnya misalkan selama satu jam sehingga siswa pulang pada pukul jam dua siang. Dengan catatan, tidak menggunakan hari libur supaya tidak menambah beban siswa," ucapnya.

Kamsol menambahkan, pihaknya akan meminta dispensasi kepada Mendikbud bagi siswa Riau untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun depan. Hal ini terkait kondisi siswa Riau yang diliburkan karena dikhawatirkan akan mempengaruhi persiapan UN.

"Saya akan mengirimkan surat ke Mendikbud RI agar ada kebijakan khusus untuk menyesuaikan waktu UN khusus untuk siswa Riau. Kondisi ini disebabkan dampak asap, bukan karena disengaja sehingga perlu ada kebijakan khusus agar siswa Riau benar-benar mendapat dispensasi mengejar ketertinggalan pelajaran," kata Kamsol.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X