Tersedia 1.600 Beasiswa, Kenapa Tak Punya Mimpi Kuliah di Eropa?

Kompas.com - 31/10/2015, 16:12 WIB
Dari total 9.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Eropa, jumlah pelajar di Belanda saat ini mencapai 1.500 orang. Jumlah itu terus meningkat dibandingkan pada 2011 yang mencapai 1.250 mahasiswa.
M LATIEF/KOMPAS.comDari total 9.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Eropa, jumlah pelajar di Belanda saat ini mencapai 1.500 orang. Jumlah itu terus meningkat dibandingkan pada 2011 yang mencapai 1.250 mahasiswa.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang punya kemauan dan dilengkapi wawasan yang dijadikan syarat, tak ada alasan bagi pelajar Indonesia untuk tidak punya "mimpi" melanjutkan pendidikan tinggi ke Eropa. Setiap tahun ada sekitar 1.600 beasiswa pendidikan tinggi ditawarkan Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk pelajar Indonesia.

Demikian dikatakan Vincent Guerend, Duta Besar Tertunjuk Uni Eropa untuk Indonesia dan
Brunei Darussalam, usai membuka Pameran Pendidikan Tinggi Eropa atau European Higher
Education Fair (EHEF) ke-7 di Jakarta, Sabtu (31/10/2015). Untuk itulah, Vincent melanjutkan,
EHEF tetap digelar untuk memenuhi tingginya minat pelajar Indonesia ke Eropa.

Berdasarkan data EHEF, tahun lalu jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Eropa mencapai 5.800 mahasiswa atau naik 30 persen dari jumlah pada 2011. Secara keseluruhan, ada lebih dari 9.000 mahasiswa yang saat ini menuntut ilmu di benua tersebut.

"Kami menawarkan suasana pergaulan internasional kepada pelajar Indonesia. Mereka belajar bukan hanya untuk ijazah, tapi pengalaman berharga seumur hidupnya. Karena di lingkup internasional ini mereka bisa lebih menggali wawasan luas untuk menjadi lebih dewasa, punya bekal bahasa asing lebih kuat, dan jejaring yang global," kata Vincent.

Marrik Bellen, Director KITLV-Jakarta yang juga perwakilan resmi Universitas Leiden di Jakarta, menyatakan sepakat dengan hal itu. Menurut dia, upaya-upaya kerjasama pendidikan tinggi antara Eropa dan Indonesia semakin kuat, tak terkecuali dengan Belanda.

"Sepuluh tahun lalu masih bisa saya katakan bahwa Pemerintah Belanda lebih dominan memberikan beasiswa atau bantuan pendidikan untuk pelajar Indonesia. Kini, Uni Eropa menambah jumlahnya, dan sebaliknya pemerintah Indonesia pun berlaku serupa," ujar Marrik, mantan Direktur Nuffic Neso Indonesia.

M LATIEF/KOMPAS.com Berdasarkan data EHEF, tahun lalu jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Eropa mencapai 5.800 mahasiswa atau naik 30 persen dari jumlah pada 2011. Secara keseluruhan, ada lebih dari 9.000 mahasiswa yang saat ini menuntut ilmu di benua tersebut.
Marrik menuturkan, dari total 9.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Eropa, jumlah pelajar di Belanda saat ini mencapai 1.500 orang. Jumlah itu terus meningkat dibandingkan pada 2011 yang mencapai 1.250 mahasiswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sangat berubah sekali kemajuan sejak beberapa tahun lalu dengan kondisi sekarang. Minat
pelajar yang ingin ke Belanda semakin tinggi," kata Marrik.

140 institusi

Sampai saat ini Pameran Pendidikan Tinggi Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) merupakan pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar digelar di Indonesia. Tahun ini, dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu (31/10/2015) sampai Minggu (1/11/2015),   
EHEF ke-7 diikuti oleh 140 institusi pendidikan tinggi Eropa.

Setelah dilaksanakan di Jakarta, pameran tersebut juga akan digelar di Yogyakarta
(3 November 2015) dan Bali (5 November 2015).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.