Kompas.com - 01/11/2015, 21:36 WIB
EditorTri Wahono
MADIUN, KOMPAS.com - Pencipta lagu "Hymne Guru", Sartono (79), meninggal dunia di RSUD Kota Madiun, Jawa Timur pada Minggu (1/11/2015).

Perwakilan keluarga, Tiwi, mengatakan Sartono wafat pada Minggu siang akibat mengalami komplikasi penyakit diabetes, stroke, darah tinggi, dan pikun selama beberapa tahun terakhir.

"Bapak Sartono meninggal siang tadi. Sebelumnya kondisinya terus menurun sejak masuk ruang ICU," ujar Tiwi.

Ia menjelasan, Sartono mulai menunjukkan tanda-tanda sakit pada Sabtu, 17 Oktober 2015 setelah terjatuh dari tempat tidurnya.

Selain terjatuh, beliau juga tidak mau makan dan merasakan sakit pada lengan kirinya. Lalu, pihak keluarga memutuskan membawa Sartono ke rumah sakit.

Sartono masuk RSUD Kota Madiun sejak Selasa, 20 Oktober 2015, dan dirawat di ruang perawatan Mawar rumah sakit setempat.

Beberapa jam setelah itu, Sartono dipindah ke ruang Paviliun Cendana 10.

Namun, akibat kondisinya yang terus menurun, sang guru ini akhirnya dipindah ke ruang ICU sejak Jumat, 30 Oktober 2015.

"Tensi darah bapak terus menurun dan nafasnya juga tersengal-sengal," kata dia.

Sartono merupakan mantan guru di sebuah yayasan swasta di Kota Madiun. Ia mengajar di SMP Katolik Santo Bernardus Madiun.

Sebagai guru seni dan kecintaannya pada seni musik, Sartono lalu menciptakan lagu hymne guru yang berjudul "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Dalam lagu itulah Sartono mengungkapkan kekaguman dan pujiannya kepada para pendidik yang tanpa pamrih, bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa.

Selain hymne guru yang monumental itu, Sartono juga menghasilkan delapan lagu bertema pendidikan.

Perhatiannya yang demikian serius dalam dunia pendidikan dan pengabdiannya sebagai guru membuahkan penghargaan dari Mendikbud Yahya A. Muhaimin dan penghargaan Dirjen Pendidikan, Soedardji Darmodihardjo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.