Menunggu Calon-calon "Engineer" dari Alam Sutera...

Kompas.com - 24/11/2015, 06:37 WIB
Dari kiri ke kanan: Rektor Binus Prof Harjanto Prabowo, CEO ASO College Group Takeshi Aso, Managing Director Binus Stephen Wahyudi Santoso, dan Dean of Binus ASO School of Engineering Ho Hwi Chie. ADHIS SISWANTO/KOMPAS.COMDari kiri ke kanan: Rektor Binus Prof Harjanto Prabowo, CEO ASO College Group Takeshi Aso, Managing Director Binus Stephen Wahyudi Santoso, dan Dean of Binus ASO School of Engineering Ho Hwi Chie.
|
EditorLatief


KOMPAS.com
– Setelah beroperasi selama hampir satu tahun, kampus Binus ASO School of Engineering ( BASE) di Alam Sutera, Serpong, Tangerang, akhirnya resmi dibuka, Jumat (20/11/2015). Dalam acara itu, CEO ASO College Group Takeshi Aso ikut hadir setelah tiba di Jakarta kemarin.

"Kami berkomitmen penuh untuk keberhasilan program ini, baik dari segi fasilitas, laboratorium, peralatan, dan terutama faculty member dari Binus mau pun ASO," ujar Stephen Wahyudi Santoso, Managing Director Binus, pada pers conference peresmian kampus tersebut.

Nantinya, kampus ini akan didukung beragam fasilitas, di antaranya CATIA computer lab, drafting lab, expression technique lab, human integrated system lab, robotic lab, phisic and electronics lab. Sementara untuk kapasitasnya, BASE dirancang mampu menampung sekitar 2.000 mahasiswa.

"Kami juga bekerja sama dengan industri Jepang. (Baru saja) Ada bantuan mesin dari Daihatsu untuk alat praktik mahasiswa karena memang untuk mendidik tenaga kerja yang baik tentu harus ada kerja sama kuat dengan industri," tuturnya.

Kerja sama antara Binus dan ASO School of College merupakan salah satu komitmen dalam mencetak engineer berkualitas di Indonesia. Karena itu, berbeda dengan sekolah teknik lainnya, BASE didesain bersama kedua institusi dengan memadukan kelebihan masing-masing.

"Formatnya memang pendidikan sarjana (S1), tapi karena tuntutan engineer untuk perusahaan Jepang itu membutuhkan skil tinggi maka sistem belajarnya kita desain mirip politeknik," ujar Prof Harjanto Prabowo, Rektor Binus.

Menurutnya, mahasiswa BASE tak hanya dibekali kemampuan hard skill, tapi juga soft skill seperti disiplin dan etos kerja Jepang lainnya, termasuk bahasa Jepang.

"(Kami memilih Indonesia) Karena potensi yang ada di Indonesia. (Di sini) Banyak perusahaan Jepang dan kami akan menggunakan koneksi dengan perusahaan tersebut (untuk membuka) kesempatan baik bagi lulusan BASE," timpal Takeshi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X