Jangan Remehkan Perempuan saat Bicara Perekonomian!

Kompas.com - 09/12/2015, 20:12 WIB
Seminar BusinessThink Indonesia yang diselenggarakan UNSW Australia Business School dengan tema 'Pro Business: Perspectives from Indonesian Government and Business Leaders', akhir November lalu. Dok UNSWSeminar BusinessThink Indonesia yang diselenggarakan UNSW Australia Business School dengan tema 'Pro Business: Perspectives from Indonesian Government and Business Leaders', akhir November lalu.
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Organisasi Buruh Internasional (ILO) mencatat pertumbuhan jumlah pekerja perempuan meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, 38 persen dari 120 juta pekerja di Indonesia adalah wanita.

"Indonesia merupakan negara yang terbuka menerima kehadiran wanita di dunia kerja. Nilai rata-ratanya lebih besar jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya," kata Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group dalam seminar BusinessThink Indonesia yang diselenggarakan UNSW Australia Business School, akhir November lalu.

Kenyataan ini menghadirkan potensi besar bagi wanita untuk terjun baik sebagai pekerja atau pelaku wirausaha. Tidak hanya itu saja, populasinya yang mencapai hampir setengah total penduduk dapat membantu kemajuan perekonomian Tanah Air.

"Umumnya, kendala keuangan menjadi faktor terbesar bagi wanita untuk berwirausaha. Namun, bukan tidak mungkin bisa berkembang lebih jauh jika mendapatkan pengajaran lebih jauh," kata Shinta.

Wanita pada dasarnya dapat menjadi penggerak roda ekonomi, misal menopang keuangan rumah tangga dengan berjualan. Ketika disadarkan akan haknya atas pendidikan, kesehatan, pendapatan, hingga tugas dalam keluarga, kontribusi pada perekonomian dapat tercapai.

Pada saat yang sama, Dino Patti Djalal, Pendiri Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia, turut menyatakan bahwa saat ini merupakan waktu terbaik menjadi orang Indonesia. Selain ekonomi yang terus berkembang, Tanah Air memegang jumlah kelas menengah terbesar di seluruh Asia dan terbukti memiliki perilaku ‘siap kerja’.

"Sekarang kesempatan maju terbuka lebar, salah satunya jika kita bisa berwirausaha dan berinovasi. Tak bisa dimungkiri bahwa masyarakat Indonesia pintar menciptakan peluang baru dan membangunnya dari awal," ujar Dino.

Menurut Dino, kemajuan wirausaha di negeri ini hanya tinggal menyelaraskan ekosistem antara pemerintah dan swasta. Tentu saja, sebaiknya sejalan dengan membina hubungan antarnegara tetangga.

Kerja sama luar negeri

Kerja sama ekonomi antarnegara dilakukan sejalan akan kebutuhan investasi usaha dari negara satu ke lainnya untuk mendorong perekonomiannya. Ini juga menjadi kesempatan saling melengkapi kekurangan dalam bidang ekonomi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X