Kompas.com - 05/01/2016, 07:00 WIB
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pendidikan Terbuka (TPT) lulusan universitas naik dari angka 5,65 persen pada Agustus 2014 menjadi 6,40 persen di Agustus 2015. THINKSTOCKPHOTOSData Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pendidikan Terbuka (TPT) lulusan universitas naik dari angka 5,65 persen pada Agustus 2014 menjadi 6,40 persen di Agustus 2015.
|
EditorLatief


KOMPAS.com
– Tujuan utama pendidikan adalah meningkatkan taraf hidup manusia. Biasanya, kualitas hidup seseorang akan berbanding lurus dengan tingkat pendidikan yang dienyam.

Keyakinan itu menjadi salah satu motivasi bagi sebagian orang untuk melanjutkan pendidikan hingga sarjana. Harapannya, mereka bisa lebih mudah mendapat pekerjaan sekaligus berpenghasilan lebih baik.

Namun begitu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pendidikan Terbuka (TPT) di Indonesia terus mengalami kenaikan dari 5,94 persen di Agustus 2014 menjadi 6,18 pada Agustus 2015. Dari angka itu, sekitar 5,65 persen lulusan universitas pada Agustus 2014 menganggur.

Data lanjutannya bahkan lebih mengejutkan. Di bulan yang sama pada 2015, angka itu naik menjadi 6,40 persen.

Tepat guna

Mencetak sarjana sebanyak-banyaknya tentu bukan solusi bijak mengurangi tingkat pengangguran. Kemampuan universitas mencetak lulusan tepat guna sesuai kebutuhan industri menjadi syarat utama agar para sarjana itu terlepas dari belenggu pengangguran.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan konsolidasi dengan banyak perusahaan agar pembelajaran yang diterima mahasiswa di bangku kuliah sejalan dengan kondisi industri. Salah satu strategi bisa dilakukan perguruan tinggi adalah memaksimalkan pengalaman mahasiswa saat menjalankan program magang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan sampai hanya jadi tukang fotokopi," ujar Agustinus Nicolaas Hillebrandes Oroh atau Nico, Head of Undergraduate Program of Marketing di Fakultas Business Binus International, kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2015), di kantornya.

Nico menjabarkan, harus ada Standar Of Procedur (SOP) sebelum mahasiswa terjun magang di suatu perusahaan. Kesepakan tertulis perlu disetujui kedua belah pihak terkait daftar pekerjaan yang akan dilakukan mahasiswa selama proses magang.

"Mereka harus keliling departemen supaya mengerti cara dan teknik kerja, etika, dan cara berkomunikasi dalam tim. Jadi, nanti ketika lulus, mereka tahu kerja itu sebenarnya gimana," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.