Kalahkan ITB dan UGM, UI Terbaik di Indonesia versi "Webometrics"

Kompas.com - 31/01/2016, 10:48 WIB
Tampilan halamn depan website Universitas Indonesia (UI) pada Minggu (31/1/2016). WWW.UI.AC.IDTampilan halamn depan website Universitas Indonesia (UI) pada Minggu (31/1/2016).
|
EditorTri Wahono
JAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Indonesia (UI) menempati peringkat pertama di Indonesia sebagai perguruan tinggi dengan website terbaik berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities 2016.  

Prestasi ini sekaligus menjadikan UI mengungguli Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga.

Sementara itu, untuk level Asia Tenggara dan dunia, menurut Webometrics, UI meraih tempat ke-13 dan ke-758.

UI dinilai memenuhi penilaian Webometric Ranking of World Universities yang terdiri atas empat indikator, yaitu "Presence" yang merupakan jumlah halaman situs yang terekam pada search engine (Google).

Indikator "Impact" juga dipenuhi, yang merupakan jumlah eksternal link unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web perguruan tinggi (inlinks) yang terekam search engine (Google). 

UI juga memenuhi indikator "Openness" berdasarkan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc, .docx) dan Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang dapat diakses serta terhubung dengan domain website universitas yang terekam oleh search engine (Google Scholar).

Terakhir, UI memenuhi indikator "Excellence" yang didasari jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika yang terindeks di Google Scholar.

Rektor UI Muhammad Anis menuturkan, pencapaian sebagai perguruan tinggi dengan website terbaik di Indonesia bukan hanya milik UI semata, melainkan juga keberhasilan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

"Kami telah bersama-sama memaksimalkan kegunaan website masing-masing institusi dalam menyongsong era pendidikan berbasis information communication technology (ICT)," ujar Anis dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (31/1/2016).

Anis melanjutkan, pengembangan situs dan peningkatan publikasi ilmiah, baik nasional maupun internasional, menjadi salah satu strategi UI dalam menyediakan akses transfer pengetahuan serta pendidikan dan pengajaran yang berkualitas secara meluas.

Hal-hal tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi sivitas akademika UI, melainkan juga bagi bangsa Indonesia ataupun masyarakat global.
 
Berikut daftar lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics 2016:
1. Universitas Indonesia (peringkat ke-1 di Indonesia, dan ke-758 dunia).
2. Institut Teknologi Bandung (peringkat ke-2 di Indonesia, ke-796 dunia)
3. Universitas Gadjah Mada (peringkat ke-3 di Indonesia, ke-802 dunia)
4. Universitas Diponegoro (peringkat ke-4 di Indonesia, ke-1.442 dunia)
5. Universitas Riau (peringkat ke-5 di Indonesia, ke-1.502 dunia).

 
Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi se-dunia berbasis website. Pemeringkatan dilakukan oleh Cybermetric Lab Spanyol dengan menilai lebih dari 21.000 website perguruan tinggi di dunia.

Sistem pemeringkatan Webometrics bertujuan untuk mempromosikan publikasi web, mendukung inisiatif open access, serta mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya. Pengumuman dapat diakses pada laman: www.webometrics.info

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X