Kompas.com - 25/02/2016, 12:39 WIB
Stephanie didapuk sebagai International Global Messenger dari Special Olympics, Amerika Serikat untuk periode 2014–2019. Dia bertugas mendorong dan menyemangati penyandang disabilitas lainnya. Ia pun sering diundang ke acara kampus untuk menunjukkan kemampuannya berpidato mewakili anak berkebutuhan khusus Dok. KOMPAS.com/Reza PahleviStephanie didapuk sebagai International Global Messenger dari Special Olympics, Amerika Serikat untuk periode 2014–2019. Dia bertugas mendorong dan menyemangati penyandang disabilitas lainnya. Ia pun sering diundang ke acara kampus untuk menunjukkan kemampuannya berpidato mewakili anak berkebutuhan khusus
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Anak adalah anugerah Tuhan. Bagaimanapun kondisinya, anak harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan baik. Tidak terkecuali bagi buah hati yang terlahir dengan menyandang down syndrome.

"Banyak orangtua berkecil hati karena anaknya menyandang tunagrahita," tutur Maria pada kegiatan shopping experience di Uniqlo, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Maria adalah orang tua Stephanie Handojo (24), seorang penyandang down syndrome. Dia mengatakan, peran orangtua sangat penting dalam perkembangan anak berkebutuhan khusus. Ia menerapkan hal itu untuk mendampingi Stephanie.

Anak-anak yang menyandang down syndrome, lanjut Maria, memang membutuhkan perlakuan khusus di setiap tumbuh kembangnya. Ia mengakui banyak orangtua takut secara emosional menghadapi hal itu. Padahal, keuletan dan kesabaran membimbing dan menekuni bakatnya akan membuahkan hasil nantinya.

"Kuncinya adalah peran orangtua aktif untuk mengarahkan, membantu, dan membekali diri anak berkebutuhan khusus secara optimal," kata Maria.

Dia mengatakan tidak pernah membedakan Stephanie dengan adik-adiknya, mulai memberikan perhatian, pendidikan hingga bersosialisasi. Menurut dia, hal itu bisa membuat Stephanie lebih percaya diri dan mandiri.

Prestasi

Hasil tak akan pernah mengkhianati proses. Meski memiliki kekurangan dengan keterbelakangan mental dan fisik, anak-anak dengan down syndrome sekalipun terbukti bisa berprestasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu tergambar dalam perjuangan Stephanie. Down syndrome tidak menghalanginya menggapai mimpi dan berprestasi.

Terbukti, pada 2009 silam Stephanie mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai pemain piano yang mampu membawakan 22 lagu sekaligus. Selain itu, pada 2011 dia juga meraih medali emas di Special Olympics World Summer Games di Athena, Yunani,  dalam cabang renang.

Prestasi lain Stephanie adalah mewakili Indonesia sebagai pemegang obor Olimpiade Inggris pada 2012. Dia menyisihkan 12 juta anak di dunia dan masuk menjadi 20 anak yang tampil pada perhelatan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.