Pendidikan "Online" Bukan Ancaman Kampus Konvensional

Kompas.com - 27/03/2016, 09:25 WIB
Chairman situs web mataharimall.com Emirsyah Satar (nomor empat dari kiri), berfoto bersama setelah acara Inaugurasi Corporate Advisory Board, Binus Business School, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (24/3/2016). KOMPAS.com/ MIKHAEL GEWATIChairman situs web mataharimall.com Emirsyah Satar (nomor empat dari kiri), berfoto bersama setelah acara Inaugurasi Corporate Advisory Board, Binus Business School, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (24/3/2016).
|
EditorPascal S Bin Saju

JAKARTA, KOMPAS.com - Sehebat apapun laju industri digital di dunia pendidikan diyakini tak akan sepenuhnya menggeser peran lembaga pendidikan konvensional. Ada yang tak bisa didapatkan dari metoda pendidikan online.

“Layanan pendidikan online tidak akan mengancam universitas konvensional," ujar Chairman situs web mataharimall.com, Emirsyah Satar, seusai acara Inaugurasi Corporate Advisory Board, Binus Business School, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Menurut Emirsyah, mahasiswa di perguruan tinggi pada dasarnya belajar cara berpikir sistematis. "Dan (di dalamnya tercakup) questioning (tanya jawab maupun diskusi)," imbuh Emirsyah.

Proses interaksi bersama dalam pencarian solusi selama proses belajar itulah yang tak bisa ditemukan dalam metoda pendidikan online. Jasa pendidikan ini terus muncul, antara lain dengan kecenderungan menawarkan biaya lebih murah dan fleksibelitas waktu belajar tanpa keharusan tatap muka.

Peningkatan kualitas SDM

Sharing session Emirsyah merupakan bagian inaugurasi atau pengukuhan Dewan Penasihat Binus Business School pada hari itu. Emirsyah menjadi salah satu anggota dewan ini.

Selain Emirsyah, anggota dewan tersebut juga adalah President Director Commonwealth Bank, Tony Costa; President Director Creador, Cyiril Noerhadi; Chief Innovation Officer Telkom Indonesia, Indra Utoyo; dan Director Corporate Human Capital Astra International, A Budi Santoso. Namun, Budi berhalangan hadir.

Kelima tokoh itu akan meninjau kurikulum Binus Business School agar selalu relevan terhadap perkembangan dunia industri dan geliat bisnis masa kini. Pembentukan dewan tersebut antara lain berdasarkan kesadaran tentang adanya kesenjangan antara permintaan dan permintaan atas SDM untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Thinkstock Ilustrasi

CEO Universitas Bina Nusantara (Binus), Bernard Gunawan Hadispuspito, dalam sambutannya menyatakan, pembentukan dewan tersebut merupakan salah satu wujud keseriusan kampusnya meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Era digital dan big data

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X