Anies: Kunci Jawaban UN yang Dijual Benarnya Hanya Belasan Persen

Kompas.com - 07/04/2016, 12:52 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Kamis (8/10/2015). KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Kamis (8/10/2015).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengakui, praktik jual beli kunci jawaban ujian nasional masih terjadi. Namun, Anies memastikan bahwa jawaban itu memiliki akurasi kebenaran yang sangat rendah.

"Ketika dicek, benarnya itu antara 10 sampai 20 persen saja. Makanya saya katakan kepada pelajar jangan percaya dengan jawaban yang beredar itu," ujar Anies di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Peristiwa itu terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Anies menyebutkan, peristiwa penjualan kunci jawaban ujian yang terjadi di Sulawesi Selatan telah ditangani oleh kepolisian. (baca: Menteri Anies Klaim Ujian Berbasis Komputer Sukses)

Pelaku penjual kunci jawaban ujian nasional itu, kata Anies, punya modus memanfaatkan psikologis pelajar yang khawatir tidak lulus di ujian nasional.

Anies pun memastikan bahwa tidak ada kebocoran soal ujian nasional.

"Kebocoran Alhamdulillah sampai sekarang belum ada?" lanjut dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X