"English Day", Ketika Berbahasa Inggris bagai Siksa Neraka...

Kompas.com - 13/04/2016, 17:27 WIB
English day menjadi kewajiban komunitas Anda agar anggota komunitas ini tak lagi gagap berbahasa Inggris ketika berhadapan dengan orang asing yang jadi mitra bisnisnya atau sekadar lawan bicara. M LATIEF/KOMPAS.comEnglish day menjadi kewajiban komunitas Anda agar anggota komunitas ini tak lagi gagap berbahasa Inggris ketika berhadapan dengan orang asing yang jadi mitra bisnisnya atau sekadar lawan bicara.
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Kapan terakhir Anda berbincang dengan orang asing dalam bahasa Inggris? Dengan tamu Anda, dengan klien bisnis, atau mungkin calon pacar bule Anda?

Sejenak, ingatan melayang pada konsep English day. Bagaimana rasanya diolok-olok ketika Anda terbata-bata berbicara bahasa Inggris dengan teman komunitas "nginggris sehari" itu, lantaran Anda merasa menjadi minoritas dalam sebuah pergaulan? 

Boleh jadi, Anda akan diolok-olok lantaran bicara yang terbata-bata. Bahkan, Anda akan ditertawai, gegara salah memakai grammar, atau vocabulary yang salah tempat.

Bisa jadi pula, Anda mungkin dianggap sok. Sok nginggris, maksudnya, lantaran di sekeliling Anda semua memakai bahasa Indonesia, bahasa sehari-hari yang resmi.

Di sisi lain, English day menjadi kewajiban komunitas Anda agar anggota komunitas ini tak lagi gagap berbahasa Inggris ketika berhadapan dengan orang asing yang jadi mitra bisnisnya atau sekadar lawan bicara. Tak ada lagi yang berbicara terbata-bata untuk menjawab bule yang seenaknya melontarkan pernyataan atau pertanyaan tanpa lebih dulu bertanya, "Can you speak English, Sir?".

Bak di neraka

Tergagap-gagap. Mau ngomong satu kata saja tiba-tiba tertahan, ingin bicara panjang pun seketika buyar. Isi kepala serasa hilang entah ke mana. Raib!

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulut benar-benar terkatup, enggan terbuka. Lidah kelu, bikin bicara menjadi susah. Lalu, serasa langit mau runtuh, seisi ruang rapat seolah memperhatikan si pemilik mulut yang sedang susah berkata-kata.

Pernah mengalami kejadian seperti itu ketika berhadapan dengan orang asing yang berbahasa Inggris? Atau, melihat teman kerja Anda seperti mati kutu saat tak siap ditanya atau berbicara dalam bahasa Inggris oleh bule-bule yang tak lain adalah klien bisnis Anda?

Boleh jadi, tak semua orang mengalami hal itu. Sebaliknya, bisa jadi juga, sekali atau dua kali Anda atau teman Anda memang mengalami hal itu.

Bukan, bukan maksud mengatakan Anda tak bisa berbahasa Inggris. Di Indonesia, sejak SMP hingga kuliah, mata pelajaran atau mata kuliah bahasa Inggris sudah pasti diajarkan. Dalam kultur akademik, semua orang Indonesia sejatinya punya kemampuan dasar berbahasa Inggris yang masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

Namun, apa daya, itulah yang terjadi dan sudah menjadi rahasia umum. Mulut tak mau terbuka, susah mengeluarkan sepatah kata. Keharusan bicara dalam bahasa Inggris seperti bayang-bayang siksaan di neraka!

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.