Praktik Kecurangan Turun, Nilai Rata-rata UN Juga Turun

Kompas.com - 09/05/2016, 17:02 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan usai konferensi pers di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2016) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan usai konferensi pers di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2016)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas dan sederajat telah selesai dilakukan dan hasilnya telah diberikan Sabtu (7/5/2016) lalu.

Nilai rata-rata UN yang diikuti sekitar 2,9 juta siswa tahun ini menurun dari tahun sebelumnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memaparkan, nilai rata-rata peserta UN pada 2016 sebesar 54,78. Sedangkan tahun sebelumnya sebesar 61,29. Ada penurunan sekitar enam poin.

Hal tersebut, kata Anies, salah satunya diakibatkan tingkat kejujuran yang meningkat pada tahun ini.

"Tahun ini tingkat pelaksanaan UN mengalami peningkatan yang sangat signifikan," kata Anies usai konferensi pers di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Kedua, angka rata-rata UN tahun ini cenderung menurun karena pihak Kemendikbud mulai menggunakan kisi-kisi yang diperluas. Artinya. tak fokus pada bentuk-bentuk soal tertentu seperti yang diterapkan sebelumnya.

Tujuannya adalah agar anak-anak belajar untuk bisa menguasai kompetensinya, bukan hanya untuk menjawab soal UN.

Anies menuturkan, perlu untuk mengkampanyekan pentingnya integritas di sekolah. Nilai yang muncul tahun ini cenderung lebih mencerminkan kenyataan ketimbang nilai sebelumnya yang tinggi, namun sarat kecurangan.

Kemendikbud pun mengukur nilai integritas dan membaginya menjadi empat kuadran.

Kuadran satu berarti sekolah telah jujur dan prestasi anak tinggi, kuadran dua sekolah jujur namun prestasi masih rendah.

Adapun kuadran tiga tingkat kejujuran sekolah rendah dan prestasi rendah, sedangkan kuadran empat tingkat kejujuran rendah namun prestasi tinggi.

Kuadran tiga adalah jika kecurangan cenderung bersifat individual, sedangkan kuadran empat bersifat sistemik dan terstruktur.

Dari data Kemendikbud, angka sekolah jurusan IPA menempati kuadran empat pada 2015 sebanyak 7.041 sekolah (56,6 persen), sedangkan pada 2016 menurun menjadi 4.880 sekolah (41,7 persen).

Sedangkan untuk jurusan IPS, pada 2016 mencapai 8.672 (51,3 persen) dan pada 2016 menurun menjadi 6.219 (37,8 persen).

"Artinya kecurangan terstruktur mengalami penurunan yang sangat signifikan," ujar Anies.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X