Kemdikbud: Peserta UN Harus Malu Berbuat Curang - Kompas.com

Kemdikbud: Peserta UN Harus Malu Berbuat Curang

Kompas.com - 10/05/2016, 10:06 WIB
AMRIZA NURSATRIA/KOMPAS.com Seorang guru pengawas temgah menjelaskan soal kepada siswa yang ikut ujian

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdibud) Nizam mengatakan, peserta Ujian Nasional (UN) harus membudayakan malu ketika berbuat curang.

"Berintegritas sama halnya dengan malu dalam berbuat curang. Peserta UN harus malu ketika mengerjakan soal ujian berbuat curang atau tidak percaya dengan kemampuan dirinya sendiri," ujar Nizam di Jakarta, Selasa (10/5/2016), seperti dikutip Antara.

Prestasi sebaik apapun, akan percuma jika tidak dilandasi dengan integritas atau kejujuran. Jika tidak dilandasi integritas, Nizam menyebut bahwa hal itu merupakan prestasi palsu.

"Percuma, kalau nilainya tinggi tetapi tidak berintegritas," kata Guru Besar Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada tersebut.

Nizam menyebut, perlu ada upaya bersama untuk membangun mentalitas anticurang atau mentalitas berintegritas.

"Sejak dini kita harus menanamkan kepercayaan diri dan menghargai karya sendiri," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengumumkan nilai rerata UN tingkat SMA pada 2016 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

"Secara keseluruhan nilai rerata UN tingkat SMA/MA negeri dan swasta mengalami penurunan. Pada tahun sebelumnya, nilai rerata sebanyak 61,29, sementara pada 2016 nilai rerata hanya 54,78," ujar Mendikbud.

Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 6,51 poin jika dibandingkan nilai rerata UN tahun sebelumnya.

Sementara, untuk hasil UN SMK mengalami penurunan sebanyak 4,45 poin atau dari 62,11 menjadi 57,66 pada 2016.

Sembari tersenyum, mantan Rektor Universitas Paramadina itu menambahkan, penurunan tersebut disebabkan tingkat kejujuran yang meningkat.

Semakin banyak sekolah yang menggunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), kisi-kisi UN yang tidak lagi rinci sehingga siswa harus menguasai kompetensi, serta kemungkinan tingkat keseriusan yang menurun.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra
SumberANTARA

Terkini Lainnya

Kala Bekasi Menuntut Hibah Rp 2,09 Triliun dari DKI...

Kala Bekasi Menuntut Hibah Rp 2,09 Triliun dari DKI...

Megapolitan
Saudi Pastikan Penyebab Kematian Khashoggi, Begini Reaksi Trump

Saudi Pastikan Penyebab Kematian Khashoggi, Begini Reaksi Trump

Internasional
Komnas HAM Kritik Sikap Pemerintah yang Tak Penuhi Hak Warga Penghayat Kepercayaan

Komnas HAM Kritik Sikap Pemerintah yang Tak Penuhi Hak Warga Penghayat Kepercayaan

Nasional
4 Fakta Baru Kasus Vlog Ahmad Dhani, Dugaan Kriminalisasi hingga Janji Tak Akan Lari

4 Fakta Baru Kasus Vlog Ahmad Dhani, Dugaan Kriminalisasi hingga Janji Tak Akan Lari

Regional
Guru Bahasa Didorong Kuasai Multi Literasi

Guru Bahasa Didorong Kuasai Multi Literasi

Edukasi
Tahun Keempat Jokowi-JK, Angin Segar bagi PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan...

Tahun Keempat Jokowi-JK, Angin Segar bagi PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan...

Nasional
Rekonstruksi Menguak 5 Fakta Baru dalam Kasus 'Peluru Nyasar' DPR RI

Rekonstruksi Menguak 5 Fakta Baru dalam Kasus "Peluru Nyasar" DPR RI

Megapolitan
Beasiswa Penuh Program S2 Inggris dari Chevening

Beasiswa Penuh Program S2 Inggris dari Chevening

Edukasi
Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

Regional
Kabar Dunia Sepekan: Raibnya Jurnalis Saudi, hingga Ancaman Putin

Kabar Dunia Sepekan: Raibnya Jurnalis Saudi, hingga Ancaman Putin

Internasional
Ketika 7 Tarian Nusantara Pukau Publik Chile di Peñaflor...

Ketika 7 Tarian Nusantara Pukau Publik Chile di Peñaflor...

Internasional
Di Rusia, Ridwan Kamil Singgung 'One Village One Company' dan 'Happiness Program' untuk Jawa Barat

Di Rusia, Ridwan Kamil Singgung "One Village One Company" dan "Happiness Program" untuk Jawa Barat

Regional
Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai

Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai

Internasional
Kalyana Anjani Jadi Lulusan Termuda ITB pada Usia 18 Tahun, Ini Rahasianya

Kalyana Anjani Jadi Lulusan Termuda ITB pada Usia 18 Tahun, Ini Rahasianya

Regional
'Saya Kaget Pengurusan PTSL Nol Biayanya...'

"Saya Kaget Pengurusan PTSL Nol Biayanya..."

Megapolitan

Close Ads X