Pelaku "Bullying" di SMAN 3 Tak Lulus, Ini Komentar Menteri Anies

Kompas.com - 12/05/2016, 10:08 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Kamis (8/10/2015). KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Kamis (8/10/2015).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayan Anies Baswedan mengatakan, ketidaklulusan enam siswa SMAN 3 Jakarta lantaran aksi bullying terhadap adik kelasnya merupakan kewenangan pihak sekolah.

"Kalau dulu penentu kelulusan adalah ujian nasional, kalau sekarang penentu kelulusan adalah seluruh mata pelajaran dan ditentukan oleh majelis guru di sekolah," ujar Anies di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2016).

"Jadi pihak sekolah bermusyawarah lalu memutuskan, karena guru yang paling tahu (mengenai siswanya), bukan Mendikbud," tambah dia.

Menurut Anies, meskipun berdasarkan hasil ujian nasional keenam siswa itu mendapat nilai yang cukup untuk lulus, tetapi berdasarkan sistem pendidikan saat ini, keputusan lulus atau tidaknya seorang siswa diserahkan pada pihak sekolah.

"UN enggak ada yang enggak lulus. Itu keputusannya sekolah," tuturnya.

Sebanyak enam siswa SMAN 3, Jakarta Selatan, yang terlibat dalam aksi bullying atau perundungan terhadap para adik kelas mereka tak diluluskan oleh sekolahnya.

Mereka menjadi bagian dari 45 siswa yang tidak lulus ujian tingkat SMA di DKI Jakarta pada tahun ini. (baca: Siswa Pelaku "Bullying" di SMAN 3 Tidak Diluluskan)

Kepala SMAN 3 Jakarta Selatan, Ratna Budiarti menjelaskan, keputusan tersebut berdasarkan rapat Dewan Guru sebelum pengumuman kelulusan kelas XII atau kelas tiga SMA.

"Hasil rapat Dewan Guru memutuskan, sikap mereka yang berenam itu tidak baik karena terjadi pem-bully-an terhadap adik-adiknya sehingga Dewan Guru memutuskan bahwa anak yang terlibat bully itu dinyatakan tidak lulus," ujar Ratna saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/5/2016).

Sikap atau perilaku siswa memang menjadi salah satu kriteria kelulusan selain siswa  menyelesaikan seluruh program pendidikan dan lulus ujian sekolah. Menurut Ratna, siswa yang lulus harus memiliki sikap yang baik.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X