Hapus "Gap" dengan Industri, Modifikasi Kurikulum Kampus! - Kompas.com

Hapus "Gap" dengan Industri, Modifikasi Kurikulum Kampus!

Kompas.com - 17/05/2016, 21:22 WIB
Thinkstock Ilustrasi tenaga kerja di industri


JAKARTA, KOMPAS.com
–Tanpa penyesuaian setiap saat, kurikulum perguruan tinggi tak akan bisa menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri dan masyarakat. Terlebih lagi, industri nasional dan global bergerak sangat dinamis.

“Agar kurikulum perguruan tinggi relevan dengan kebutuhan saat ini, perguruan tinggi harus terus memodifikasi kurikulum sesuai kebutuhan Industri dan masyarakat yang terus berubah,“ ujar Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Indonesia (UI), Riani Rachmawati, Selasa (17/5/2016).

Berbicara dalam diskusi bertema “Unlocking Indonesia’s Bright Future The Role Of Education”, Riani menegaskan, modifikasi  kurikulum tidak hanya soal konten tetapi juga untuk cara penyampaian materi perkuliahan kepada para mahasiswa.

UI dan Institut Teknologi Bandung (ITB), sebut Riani memberikan contoh, telah mengubah cara perkuliahan, yaitu dengan membangun student center learning.

"Dengan begitu kita tidak hanya fokus pada dosen dan kuliah di kelas, tetapi juga bagaimana mahasiswa punya pengalaman sendiri untuk menyelesaikan tugas yang mereka butuhkan," ungkap Riani.

Menurut Riani, pola tersebut akan sangat berguna nanti, yaitu ketika para mahasiswa kelak memasuki dunia kerja. Itu pun, ujar dia, masih saja ada kesenjangan antara kualitas keterampilan (skill) para alumnus perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Gap kompetensi antara lulusan UI dan industri itu ada, (meski) nampaknya (sudah) bisa mendekati kebutuhan industri. Namun, kalau kita tidak mengejar atau melakukan perubahan kurikulum, gap yang tadinya kecil akan menjadi besar," tegas Riani.

KOMPAS.com/MIKHAEL GEWATI Para pembicara diskusi panel “Unlocking Indonesia’s Bright Future The Role Of Education” yang diinisiasi PT Rolls-Royce Indonesia, di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Senada dengan Riani, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kerja Sama ITB, Bambang Ritanto Trilaksono, berpendapat, perubahan atau modifikasi kurikulum memang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Pembaruan kurikulum ITB dilakukan secara reguler. Paling tidak perubahan atau rivisi kurikulum secara keseluruhan terjadi dalam 5 tahun.  Namun, setiap tahun, selalu ada pembaruan atau perbaikan konten terhadap mata kuliah," ungkap Bambang.

Saat ini, kata Bambang, ITB semakin memusatkan perhatian kepada mahasiswa, mendorong para mahasiswa menyusun portofolio sejak dari kampus. Karenanya, kata dia, justru mahasiswa yang lebih berperan aktif dalam proses kuliah.

"Pengajar atau dosen hanya bertindak sebagai fasilitator," ujar Bambang yang juga menjadi panelis dalam diskusi yang diprakarsai PT Rolls-Royce Indonesia tersebut.

Dengan pembaruan seperti itu pun, imbuh Bambang, mahasiswa ITB rata-rata masih punya kelemahan di bidang soft skill.

“Kualitas hard skill (keilmuan) lulusan ITB sudah memenuhi harapan dunia Industri. Namun, kualitas soft skills (seperti kerja sama, empati, pressure dalam bekerja) lulusan ITB masih kurang dan masih ada gap dengan yang dibutuhkan industri,“ papar Bambang.

Untuk menambal kesenjangan soal soft skill ini, lanjut Bambang, ITB terus memperbaiki kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.

Selain Riani dan Bambang, diskusi menghadirkan pula Direktur Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo; Manajer Progam Senior, New Fund, British Council, Femmy Soemantri; serta Presiden Direktur PT Rolls-Royce Indonesia, Adrian Short; sebagai panelis.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPalupi Annisa Auliani

Terkini Lainnya

Buntut Penggusuran PAUD di Pinangsia, Gubernur DKI Copot Camat Tamansari

Buntut Penggusuran PAUD di Pinangsia, Gubernur DKI Copot Camat Tamansari

Megapolitan
PSI Klarifikasi soal Hoaks Dana Awal Kampanye Mencapai Rp 180 M

PSI Klarifikasi soal Hoaks Dana Awal Kampanye Mencapai Rp 180 M

Nasional
5 Fakta Video Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden', Protes Gus Ipul hingga Tanggapan Risma

5 Fakta Video Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden", Protes Gus Ipul hingga Tanggapan Risma

Regional
Lurah Cipinang Besar Utara Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Isinya...

Lurah Cipinang Besar Utara Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Isinya...

Megapolitan
Pertemuan Tak Buahkan Hasil, Mogok Guru SMA-SMK di Mimika Berlanjut

Pertemuan Tak Buahkan Hasil, Mogok Guru SMA-SMK di Mimika Berlanjut

Regional
Bunga Sakura di Jepang Mekar secara Mengejutkan di Musim Gugur

Bunga Sakura di Jepang Mekar secara Mengejutkan di Musim Gugur

Internasional
Wanita Ini Dilecehkan Sopir Uber dan Dipaksa Bayar Ongkos Rp 16 Juta

Wanita Ini Dilecehkan Sopir Uber dan Dipaksa Bayar Ongkos Rp 16 Juta

Internasional
Timses Jokowi-Ma'ruf Ingatkan Pejabat agar Hati-hati dengan Simbol Politik

Timses Jokowi-Ma'ruf Ingatkan Pejabat agar Hati-hati dengan Simbol Politik

Nasional
Gubernur DKI Keluarkan Pergub OK OCE, Standar Operasional Jadi Jelas

Gubernur DKI Keluarkan Pergub OK OCE, Standar Operasional Jadi Jelas

Megapolitan
PBB Bantah Beri Penghargaan kepada Anggota Brimob di Madiun

PBB Bantah Beri Penghargaan kepada Anggota Brimob di Madiun

Regional
Edarkan Sabu, Sepasang Kekasih Digerebek Saat Tidur di Rumah

Edarkan Sabu, Sepasang Kekasih Digerebek Saat Tidur di Rumah

Regional
KPU: Iklan Kampanye di Luar Waktu yang Ditentukan Berpotensi Langgar Aturan

KPU: Iklan Kampanye di Luar Waktu yang Ditentukan Berpotensi Langgar Aturan

Nasional
Sebelum Diamankan, Tersangka 'Peluru Nyasar' Tembakkan Hampir 300 Peluru

Sebelum Diamankan, Tersangka "Peluru Nyasar" Tembakkan Hampir 300 Peluru

Megapolitan
Ma’ruf Amin Sebut Defisit BPJS karena Kesalahan Manajemen

Ma’ruf Amin Sebut Defisit BPJS karena Kesalahan Manajemen

Regional
Nurdin Abdullah Luncurkan Aplikasi Aduan Masyarakat Sulsel

Nurdin Abdullah Luncurkan Aplikasi Aduan Masyarakat Sulsel

Regional

Close Ads X