Kemendikbud Sebut UN Berbasis Komputer Terbukti Minimalisasi Kecurangan - Kompas.com

Kemendikbud Sebut UN Berbasis Komputer Terbukti Minimalisasi Kecurangan

Kompas.com - 10/06/2016, 17:08 WIB
Hamzah Pelaksanaan UNBK menggunakan laptop pribadi di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Rabu (11/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis hasil ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun 2016.

Hasilnya, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dinilai terbukti meminimalisir praktik kecurangan.

Di sisi lain, nilai rata-rata hasil UN dari sekolah yang melakukan UNBK menurun.

"Kalau kita lihat sekolah yang indeks integritas UN-nya rendah dan tahun sebelumnya melaksanakan UN dengan kertas, saat melaksanakan UNBK nilai rata-ratanya langsung turun drastis," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan saat jumpa pers di Kantor Kemendikbud di Jakarta, Jumat (10/6/2016).

"Nilai rata-ratanya bisa berkurang 17 hingga 21 poin," kata Anies.

Menurut Anies, hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan UNBK memang meminimalisir terjadinya kecurangan. 

Ke depannya Kemendikbud berencana untuk menambah jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK.

"Untuk ke arah itu memang prosesnya bertahap, tidak bisa langsung. Namun, perlahan akan kami tingkatkan," tutur Anis.

UN tingkat SMP/MTs diikuti oleh 4.372.872 siswa dengan total sekolah mencapai 60.067.

Dari jumlah tersebut, hanya 156.320 siswa yang menjalani UNBK. Total jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK tercatat sebanyak 977.

Kompas TV Anies Baswedan Tinjau Pelaksanaan UN


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X