Bisakah Mendeteksi Kebohongan dalam 2 Menit?

Kompas.com - 13/06/2016, 21:37 WIB
Shutterstock Ilustrasi

Dalam proses pembuatan judul untuk buku pertama, saya diminta untuk membuat judul yang “bombastis” dan menjual. Judul apakah yang terpikir?

1 menit membaca kebohongan …

2 menit membaca kebohongan …

Saya paham bahwa judul buku bisa menjadi salah satu kunci sukses penjualan buku. Apalagi banyak pembaca Indonesia terbuai begitu membaca judul yang menjanjikan “cepat bisa”, “cepat tahu”, “cepat selesai”, dan sebagainya.

Namun, terkait mendeteksi kebohongan, apakah betul bisa membaca kebohongan dalam 2 menit?

Kalau membaca (emosi) orang, saya bisa. Bahkan, saya hanya perlu 1/25 detik untuk membaca emosi Anda. Memang saya dilatih sejak di Manchester untuk membaca ekspresi wajah secara cepat dan tepat.

Apakah seharusnya buku saya berjudul “1/25 detik membaca orang” ?

Kalau membaca kebohongan, bisakah hanya 2 menit ?

Mungkin kalau sekedar mencurigai adanya kebohongan, saya bisa. Tapi, memastikan seseorang berbohong dalam waktu hanya 2 menit ? Wah … bila saya mengatakan bisa dan hasilnya akurat 100%, itu sama saja dengan memproklamirkan diri sebagai Sang Pencipta!

Bila saya tidak pernah salah, saya selalu bisa dengan data seadanya, dan hasilnya selalu akurat 100%, bukankah saya = Sang Pencipta ?

Yang jelas, bila Anda dijanjikan bisa membaca kebohongan hanya dalam waktu 2 menit dengan akurasi 100%, Anda sebetulnya telah dibohongi.

Seseorang tidak bisa memastikan kebohongan dalam 2 menit dengan hasil 100% akurat (pasti benar). Bahkan, memastikan kebohongan dalam waktu 1 jam secara tepat dengan hasil 100% akurat barangkali hal mustahil.

Banyak orang mengaku bisa mendeteksi kebohongan berdasarkan rumusan mengenai sejumlah tanda-tanda kebohongan.

Mata melirik ke kiri, mata melirik ke kanan, mata melihat ke atas, mata melihat ke bawah, apakah itu tanda-tanda pasti kebohongan?  Semudah itukah?

No !

Mata ke kiri, ke kanan, ke atas, ke bawah, ke belakang sekalipun BUKAN tanda-tanda pasti seseorang jujur atau seseorang sedang berbohong.

Berdasar tanda-tanda nonverbal (ekspresi wajah dan gestur), sering disebutkan:

Wajah pucat pasi adalah tanda pasti kebohongan ? No. Anda salah.

Gugup adalah tanda pasti kebohongan ? No ! Anda salah !

Gemetaran adalah tanda pasti kebohongan ? No ! Anda salah !

Menutupi hidung atau mulut adalah tanda pasti kebohongan ? No ! Anda salah !

Menggaruk kerah baju adalah tanda pasti kebohongan ? Anda salah juga !

Sikap tubuh menghindar adalah tanda pasti kebohongan ? No, Anda salah.

Sementara tanda-tanda verbal (percakapan lisan maupun dalam tulisan), yang sering dianggap tanda kebohongan:

Menjawab dengan ragu adalah tanda pasti kebohongan ?

Menjawab dengan berbelit-belit adalah tanda pasti kebohongan ?

Menjawab dengan mutar-mutar adalah tanda pasti kebohongan ?

Salah jawab adalah tanda pasti kebohongan ?

Lupa adalah tanda pasti kebohongan ?

No ! Anda salah juga !

Tepatnya, tidak ada tanda- tanda pasti kebohongan, baik tanda-tanda nonverbal maupun tanda-tanda dalam komunikasi verbal.

Ini bukan saya yang ngomong ! Bukan juga hanya teori saja. Yang ngomong adalah para pakar Lie Detector, antara lain Aldert Vrij, Paul Ekman, dsbnya.

Dan ini bukan teori. Mereka praktek mendeteksi kebohongan.

Jadi, bisa kah Anda membaca emosi seseorang dalam 1 menit ? Bisa. Saya bisa hanya dalam 1/25 detik.

Namun apakah pasti bisa membaca kebohongan dalam 1 menit ? Tidak selalu bisa (100%). Saya bukan Sang Pencipta.

Apakah 100% akurat ? Mustahil. Pasti ada error.

Lantas, bila tidak ada tanda-tanda pasti kebohongan, bagaimana cara kita mendeteksi kebohongan ?

Kebohongan adalah penyimpangan dari BASELINES.

Cari BASELINES seseorang, kenali, hafalkan, dan gunakan sebagai pembanding untuk menganalisa “jujur atau bohong”.

Apakah itu BASELINES ?  Tunggu penjelasan saya dalam tulisan berikutnya ya.


EditorWisnubrata

Terkini Lainnya

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional
Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Nasional
Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Regional
Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

Megapolitan


Close Ads X