Kompas.com - 24/06/2016, 16:03 WIB
Uniknya, kisah-kisah ini tidak diambil dari sudut pandang Sherlock Holmes, melainkan sahabat perempuannya, yakni Irene Adler. Masa lalu Irene, dan pencariannya terhadap ibu kandungnya, menjadi misteri lain yang menjadi benang merah seri buku ini. Dok BHUANA ILMU POPULERUniknya, kisah-kisah ini tidak diambil dari sudut pandang Sherlock Holmes, melainkan sahabat perempuannya, yakni Irene Adler. Masa lalu Irene, dan pencariannya terhadap ibu kandungnya, menjadi misteri lain yang menjadi benang merah seri buku ini.
EditorLatief

KOMPAS.com - "My name is Sherlock Holmes. It is my business to know what other people don’t know." (Sherlock Holmes).

Siapa tidak kenal Sherlock Holmes? Detektif kenamaan yang merupakan karakter rekaan dalam buku-buku bertema misteri karya Sir Arthur Conan Doyle.

Arthur Ignatius Conan Doyle lahir di Edinburgh pada 22 Mei 1859. Semula ia belajar kedokteran di Edinburgh University, sebelum akhirnya banting setir menjadi penulis.

A Study in Scarlet adalah novel Sherlock Holmes pertama yang ditulis Conan Doyle pada tahun 1887. Namun, karakter Sherlock Holmes mulai populer ketika pada 1891, yaitu saat The Strand Magazine mulai menerbitkan secara serial 12 cerita pendek yang sekarang dikenal sebagai The Adventures of Sherlock Holmes (Sumber: Buku The Sherlock Holmes Book, Dorling Kindersley Limited, 2015).

Sejak saat itu, orang-orang mulai mengenal karakter Sherlock Holmes dan selalu menunggu karya-karya Conan Doyle berikutnya. Sir Arthur Conan Doyle meninggal pada 7 Juli 1930 di rumahnya di Windlesham, Surrey, tetapi karyanya terus melegenda dan disukai hingga sekarang.

Saking terkenalnya, Sherlock Holmes memecahkan rekor Guinness World Records sebagai "The Most Portrayed Movie Character". Banyak juga yang percaya bahwa Sherlock bukanlah tokoh fiksi, melainkan sosok individu yang benar-benar ada.

Cerita-cerita dan karakter Sherlock begitu berkesan dan memengaruhi cerita-cerita misteri dan detektif di zaman sesudahnya, bahkan ada ribuan tulisan lain yang ditulis penulis lain selain Conan Doyle dan diadaptasi ke dalam pertunjukan drama, TV, cerita radio, games, selama berabad-abad kemudian. Tak heran, sampai saat ini banyak penggemar memburu buku-buku tentang Sherlock Holmes, baik yang asli ditulis oleh Conan Doyle maupun penulis-penulis lainnya.

Kebanyakan tulisan yang beredar mengisahkan Sherlock Holmes saat dewasa. Seorang yang begitu genius dan mengandalkan sel-sel kelabunya, bagaimanakah sosoknya saat remaja?

Ada seri buku karya penulis Italia, Pierdomenico Baccalario dan Alessandro Gatti, yang menceritakan sosok Sherlock ketika masih remaja. Kedua penulis itu menggunakan nama Irene Adler sebagai nama pena mereka.

Seri buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul seri Sherlock, Lupin, & Aku. Seperti yang kita tahu, Irene Adler merupakan sahabat perempuan Sherlock Holmes.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X