Kompas.com - 24/06/2016, 17:41 WIB
Buku Nabi Muhammad SAW The Real Motivator terbitan Qibla (Imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer) ini mengangkat penggalan-penggalan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW; kisah yang pernah terjadi, bukan kisah israiliyat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dok BHUANA ILMU POPULERBuku Nabi Muhammad SAW The Real Motivator terbitan Qibla (Imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer) ini mengangkat penggalan-penggalan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW; kisah yang pernah terjadi, bukan kisah israiliyat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
EditorLatief

KOMPAS.com - "Sungguh telah ada suri teladan yang baik pada diri Rasulullah bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS Al Ahzab [33]:21).

Tak dapat dimungkiri, bahwa Rasulullah SAW adalah sosok manusia sempurna dari segala sisi. Kerasulan yang diberikan Sang Maha Pencipta menjadikan beliaulah satu-satunya sosok yang dapat diteladani. Kemaksuman Nabi Muhammad SAW telah membuat apa pun yang dilakukannya tak pernah keluar dari jalur syariat.

Buku Nabi Muhammad SAW The Real Motivator terbitan Qibla (Imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer) ini mengangkat penggalan-penggalan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW; kisah yang pernah terjadi, bukan kisah israiliyat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kisah-kisah Rasulullah dalam buku ini diambil dari hadits-hadits sahih yang jalurnya sampai kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Mandiri dan kerja keras

Setiap sisi kehidupan Nabi Muhammad SAW memang selalu menarik untuk diulas; sisi Rasulullah sebagai seorang pemimpin pemerintahan, pemimpin di medan perang, bahkan sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangganya. Kehidupan beliau menjadi panutan bagi seluruh umat manusia pada umumnya, khususnya bagi kaum muslimin di seantero dunia.

Dalam salah satu pembahasannya, buku ini membahas tentang bagaimana Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk bekerja keras. Banyak sekali hadits yang menceritakan betapa beliau tidak hanya mengajarkan, tetapi juga terjun langsung bekerja dengan kedua tangannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukankah sejarah mencatat bagaimana beliau sejak kecil telah mandiri dengan bekerja sebagai penggembala kambing yang kemudian dilanjutkan dengan berdagang di usia muda?

Karena besarnya keutamaan bekerja keras, maka Islam melarang umatnya untuk meminta-minta. Barang siapa yang menghinakan dirinya dengan meminta-minta, maka ia disamakan dengan memakan bara api.

"Barang siapa yang meminta bukan karena alasan kemiskinan, maka seolah-olah ia telah memakan bara api." (HR Ahmad)

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.