Kompas.com - 28/06/2016, 13:38 WIB
Konferensi Pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2016 di di Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2016). KOMPAS.com/ADHIS ANGGIANY PUTRI SISWANTOKonferensi Pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2016 di di Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2016).
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
- Panitia pelaksana Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 mengumumkan, hanya sekitar 17,5 persen peserta seleksi lolos ujian. Dari 721.326 peserta, 126.804 orang dinyatakan lulus dan menyisakan 2.913 kursi tak terpakai dari seleksi ini.

"Bisa jadi perguruan tinggi kekurangan calon (berkualitas), nilainya kurang bagus jadi perguruan tinggi negeri tidak mau terima, (atau) bisa juga karena prodi-nya kurang diminati," kata Ketua Umum SBMPTN, Rochmat Wahab, dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Rochmat melanjutkan, lebih kurang 115.235 peserta yang lulus adalah peserta dari sistem paper based test (PBT). Adapun dari penyelenggaraan computer based test, hanya 327 orang dinyatakan lolos.

"Peserta dari angkatan baru masih banyak yang mengambil PBT. CBT banyak dari angkatan lama (lulus tahun sebelumnya)," sebut Rochmat.

Namun, kata Rochmat, secara keseluruhan angka penerimaan mahasiswa lewat jalur SBMPTN pada 2016 naik dibanding pada 2014 dan 2015. Dia menyebutkan, pada 2014 jumlah peserta SBMPTN yang diterima adalah 91.294 orang, sementara pada 2015 tercatat 115.788 orang.

"Trennya naik, walau tidak signifikan, tapi ada kenaikan. Jumlah PTN juga bertambah, ada tambahan dari Aceh dan Sumatera Utara," ujar Rochmat.

KOMPAS.com SBMPTN 2016

Sementara itu, peserta Bidikmisi—beasiswa bagi calon mahasiswa tidak mampu—yang lolos SBMPTN lebih kurang ada 25.506 dari total 124.398 pendaftar. Namun, kata Rochmat, mereka belum tentu diterima masuk di PTN tujuan.

"Akan ada verifikasi ulang lagi. Akan ada panitia verifikasi ke rumah calon mahasiswa," kata Rochmat.

Ia mengatakan, peserta Bidikmisi harus mengisi data sejujur-jujurnya. Jangan sampai setelah diperiksa ulang ternyata peserta secara ekonomi mampu.

"Kalau tidak masuk kualifikasi Bidikmisi karena mereka mampu, mereka harus bayar penuh seperti mahasiswa non-Bidikmisi," ucap Rochmat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.