Kompas.com - 17/07/2016, 12:25 WIB
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan bersyukur imbauan mengantar anak pada hari pertama sekolah tidak hanya didukung lembaga pemerintah, tetapi juga pihak swasta.

Dukungan tersebut diberikan kementerian, diantaranya Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Agama.

Kedua kementerian itu mengizinkan pegawainya terlebih dulu mengantar anak ke sekolah.

Tidak hanya dari pemerintah, kata Anies, dukungan juga datang dari pihak swasta. Bahkan, adanya inisiatif membuat lomba foto mengantar anak ke sekolah.

"Yang menarik adalah perusahaan swasta. Ternyata mereka berbondong-bondong mendukung, malah sebagian buat kompetisi foto mengantar anak ke sekolah. Alhamdulillah kita semua bersyukur gerakan antar anak disambut positif dan banyak orangtua mengantarkan," ucap Anies saat kampanye mengantar anak pada hari pertama sekolah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (17/7/2016).

(baca: Anies Minta Orangtua Temui Guru, Tak Hanya Antar Anak ke Depan Gerbang Sekolah)

Anies mengatakan, Kemdikbud telah mengizinkan pegawainya lebih dahulu untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Setelah itu, pegawai baru ke kantor.

"Karena menang harus mengurus sesuatu dengan anaknya seperti mengambil rapor atau bertemu wali kelas. Kami memandang penting sekali bagi orangtua untuk bisa sepenuh hati waktunya dalam mendidik," ucap Anies.

Menurut Anies, mengantarkan anak pada hari pertama sekolah untuk menumbuhkan potensi anak. Selain itu, antara guru dengan orangtua bisa berinteraksi. Dampaknya diyakini akan positif kepada anak.

Anies mencontohkan, jika guru menemukan potensi anak berupa menggambar, maka guru akan memberikan informasi tersebut saat adanya dialog yang terjadi ketika mengantarkan anak.

"Guru akan bilang ke orangtua, di rumah lebih banyak siapkan kertas putih. Berikan pensil warna. Jadi anak lebih tersalurkan," ucap Anies.

Selain itu, jika ditemukan adanya masalah, guru dapat menceritakan pada orangtua. Ia berharap dengan komunikasi seperti itu masalah anak dapat ditangani dengan cepat.

"Yang selama ini terjadi adalah orangtua dan guru tidak berinteraksi. Bahkan kalau ada masalah penyelesaiannya sendiri-sendiri. Lalu muncul konflik, tuntut polisi dan lainnya," ujar Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.