Unika Semarang Buka Sertifikasi Profesi Insinyur

Kompas.com - 12/08/2016, 17:55 WIB
Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Y Budi Widianarko (kanan) memberikan tumpeng simbol peresmian prodi mandataris Kemenristek Dikti, Jumat (12/8/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinRektor Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Y Budi Widianarko (kanan) memberikan tumpeng simbol peresmian prodi mandataris Kemenristek Dikti, Jumat (12/8/2016)
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com – Proyek pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah saat ini mulai diiringi dengan penyediaan sarjana teknik maupun profesi keinsinyuran.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2016), Universitas Katolik Soegijapranata mulai membuka program studi profesi insinyur. Program ini diperuntukkan khusus bagi lulusan sarjana teknik dengan masa studi selama satu tahun.

Program profesi insinyur merupakan mandataris dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi agar para insinyur Indonesia mempunyai keahlian dan sertifikat profesi sesuai bidangnya. Mereka selain dididik belajar teknik, mereka juga nantinya akan mendapat gelar profesi insinyur.

“Program prefesi insinyur ini paketnya satu tahun selesai. Syaratnya harus sarjana teknik dulu, karena saat ini kerja global dibutuhkan sertifikat keahlian khusus,” ujar Wakil Rektor Unika Augustina Sulastri, seusai kegiatan peresmian.

Pendidikan profesi insinyur hari ini resmi diluncurkan oleh Rektor Budi Widianarko. Masa kuliah di kampus tersebut akan dimulai pada 12 September 2016. Selain Unika, ada tiga kampus lain di Jateng yang mendapat tugas serupa. Yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Muhammadiah.

Sulastri mengatakan, para sarajana teknis dan calon insinyur ini akan digembleng materi pendidikan. Pendidikan di perguruan tinggi diperlukan sebagai prasyarat mengikuti sertifikasi profesi yang dikeluarkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Para calon insinyur yang hendak melakukan sertifikat harusnya mengikuti perkuliahan profesi terlebih dulu.

“Jadi sebelum ikut sertifikasi di PII harus studi sertifikat profesi dulu,” tambah dia.

“Prodi sertifikasi Profesi hanya bisa diselenggarakan perguruan tinggi untuk menyiapkan tenaga profesional di pasar nasional, hingga ASEAN. Jadi ada kemudahan sertifikasi, tapi ada bekal pendidikan,” ujarnya.

Namun demikian, sebelum mengambil pendidikan profesi ini, calon mahasiswa harus mempunyai bekal minimal dua tahun bekerja di bidang keinsinyuran. Kampus tidak menerima para sarjana yang baru saja lulus atau fresh graduate.

Rektor Unika Budi Widinarko mengatakan, pembukaan prodi sebagai mandat dari pemerintah pada institusi perguruan tinggi. Setidaknya ada 25 perguruan tinggi negeri dan 15 perguruan tinggi swasta yang ditugaskan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi profesi keinsinyuran. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X