Kompas.com - 18/08/2016, 17:43 WIB
KPTIK didukung hampir semua organisasi di bidang TIK dan para pakar TIK dari segala bidang, mulai software dan hardware, internet, telekomunikasi dan banyak lagi. Komite ini baru saja menggagas berdirinya Dok KPTIK KPTIK didukung hampir semua organisasi di bidang TIK dan para pakar TIK dari segala bidang, mulai software dan hardware, internet, telekomunikasi dan banyak lagi. Komite ini baru saja menggagas berdirinya "Cyber Maestro Center" atau CMC.
Penulis Latief
|
EditorLatief

Victor Terinathe, Wakil Ketua Standar Kompetensi KPTIK, menambahkan bahwa dirinya menampik bahwa selama ini antara sektor pendidikan dan industri TIK telah terjadi link and match. Menurut dia, semua pihak masih jalan sendiri-sendiri, antara pemerintah, swasta dan lembaga pendidikan.

"Sekarang ini Indonesia butuh investasi asing dan itu sudah terbukti dengan banyaknya investor asing di sektor TIK. Tapi, kita lupa, bahwa yang diperlukan untuk mendukung investasi itu adalah operator, dalam hal ini tenaga siap pakai yang banyak dan terlatih. Mereka adalah siswa SMK dan SDM kita di balai-balai latihan kerja (BLK)," kata Victor.

Ada sekitar satu juta pelajar SMK yang lulus dari sekolahnya setiap tahun. Mereka tidak hanya ada di kota, tapi juga di desa-desa di seluruh Tanah Air. Para pelajar SMK itulah yang perlu disiapkan menjadi operator ekonomi digital Indonesia, selain generasi muda di pedesaan yang juga bisa diberdayakan.

"Di sinilah kami menyiapkan mereka, membuat sertifikasi agar mereka punya kompetensi. Jangan sampai investasi asing masuk, tapi tenaga operatornya juga diimpor dari asing," ujarnya.

Saat ini KPTIK didukung hampir semua organisasi di bidang TIK dan para pakar TIK dari segala bidang, mulai software dan hardware, internet, telekomunikasi dan banyak lagi. Komite ini baru saja menggagas berdirinya "Cyber Maestro Center" atau CMC.

CMC dirancang sebagai training for trainer dari para "maestro" TIK di bawah koordinasi KPTIK untuk para guru dan pelatih serta generasi muda yang mau masuk ke dunia TIK.

"Butuh dukungan SDM yang kuat di segala bidang untuk membuat sebuah produk startup bisa menjadi viral macam Facebook, Twitter, Google, yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan bisa meraup pendapatan. Inilah yang akan kami mulai di sini," ujar Fanky, Ketua Pokja "Maestro Class & Maestro Teacher Program".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X