Kompas.com - 02/09/2016, 14:51 WIB
Penyerahan beasiswa Studeren in Nederland atau StuNed tersebut sudah dilakukan di Bandung, Rabu (31/8/2016) lalu, oleh Han Dommers, Direktur NESOs, kepada Suhono Supangkat, Direktur Smart City and Communication Innovation Center ITB. Dok Nuffic Neso IndonesiaPenyerahan beasiswa Studeren in Nederland atau StuNed tersebut sudah dilakukan di Bandung, Rabu (31/8/2016) lalu, oleh Han Dommers, Direktur NESOs, kepada Suhono Supangkat, Direktur Smart City and Communication Innovation Center ITB.
Penulis Latief
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 17 dosen dan peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mitra kerjanya mendapat beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda untuk mengikuti pelatihan Research and Development of Smart City. Mereka akan mematangkan konsep dan model Garuda smart city yang sudah dikembangkan ITB bekerjasama dengan perusahaan swasta dan beberapa pemerintah kota.

Penyerahan beasiswa Studeren in Nederland atau StuNed tersebut sudah dilakukan di Bandung, Rabu (31/8/2016) lalu, oleh Han Dommers, Direktur NESOs, kepada Suhono Supangkat, Direktur Smart City and Communication Innovation Center ITB.

"Beasiswa ini membantu peningkatan kapasitas ITB yang berada di balik layar pengembangan smart city di Indonesia," ujar Bambang Riyanto, Wakil Rektor ITB.

Bambang mengatakan, model "smart city" tersebut membantu pemerintah kota mengelola berbagai sumber daya untuk membantu dan memudahkan kepentingan warganya di berbagai sektor. Selain dosen ITB, peserta pelatihan tersebut merupakan perwakilan Kota Bekasi, Pontianak, serta Kementerian PU, BPPT, lembaga non-profit ICLEI (International Council for Local Environmental Initiative), serta staf Telkom.

"Kami optimistis beasiswa ini akan menghasilkan dampak positif, terutama dengan dilibatkannya peran perguruan tinggi, pemerintah dan swasta untuk memperkokoh aktivitas open innovation lab dan smart city living lab yang ada di ITB," kata Suhono Supangkat, Direktur Smart City and Communication Innovation Center ITB.

Adapun penyelenggara pelatihan adalah The Hague Academy for Local Governance, bekerjasama dengan universitas TU Delft dan lembaga KING di Den Haag. Pelatihan tersebut berlangsung tiga minggu mulai 12 sampai 30 September 2016. Sepulang dari Belanda, para peserta akan menyebarluaskan ada diseminasi hasil pembelajaran dari peserta ke masyarakat Indonesia dalam bentuk workshop, seminar, jurnal, artikel maupun pelatihan. 

Sementara itu, Han Dommers mengutarakan pihaknya menyambut baik ITB memilih Belanda untuk pelatihan smart city ini. Konsep tersebut sudah dikembangkan sejak 2009, yaitu untuk mendukung sistem pembangunan berkelanjutan di Amsterdam. “

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kedua kalinya ITB mendapat beasiswa tailor-made training dari StuNed," ujar Han.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.