Tak Perlu ke Korea, Mahasiswa D-3 Bahasa Korea Bisa Lanjut S-1

Kompas.com - 05/09/2016, 17:52 WIB
Ari Shapiro/NPR Songdo, kawasan pinggiran di selatan Seoul, Korea Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahasiswa diploma (D-3) Bahasa Korea tidak perlu ke Korea untuk melanjutkan S-1. Perkuliahan lanjutan sudah bisa dilakukan di Indonesia, yaitu secara online.

"Mereka tidak perlu menyelesaikan SKS diploma yang biasanya berjumlah 110 SKS. Dengan hanya menyelesaikan 70 SKS, mereka sudah bisa mendaftar dan melanjutkan program S-1 hanya dengan menambah 40 SKS lagi dan dapat memperoleh dua ijazah," ujar Rura Adinda, Direktur Akademi Bahasa Korea Universitas Nasional (Abanas), Sabtu (3/9/2016).

Rura mengatakan, kemudahan tersebut terjadi setelah ada kerja sama antara Universitas Nasional (Unas) dan Cyber Hankuk University for Foreign Studies (CUFS) asal Korea Selatan. Kedua perguruan tinggi sepakat untuk merintis pendirian cyber university yang memungkinkan mahasiswa kedua universitas menikmati pembelajaran via online dari kedua negara.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) ini dilakukan antara Rektor Unas Dr El Amry Bermawi Putera dan Rektor Cyber Hankuk for Foreign Studies, Vice President CUFS, Prof Jangyoun Cho, di Jakarta. Sehubungan dengan kerja sama itu, saat ini ada 5 sampai 10 mahasiswa Abanas jenjang diploma yang akan mengikuti program cyber learning dengan Hankuk.

"Mahasiswa yang telah menyelesaikan 70 SKS di Unas bisa melanjutkan kuliahnya dengan mengambil 40 SKS melalui program online dari CUFS. Mereka akan mendapat dua ijazah, yaitu ijazah diploma dari kami, dan S-1 dari CUFS," ujar Rura.

Wakil Rektor Unas Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama Prof Ernawati Sinaga mengatakan, kerja sama tersebut dipersiapkan untuk menyongsong era cyber learning.

"Tahun ini implementasi pembelajaran maya tersebut kami terapkan lebih dulu pada mahasiswa program studi Korea sebagai pilot project," ujar Ernawati.

Adapun kerja sama tersebut meliputi pembentukan Education Enterprise yang mendapat dukungan penuh dari pihak Korea. Program ini terdiri atas job training program dan prestigious program.

Ernawati mengatakan, program pelatihan kerja bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan skill tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di negara-negara maju.

"Tak hanya memberikan keahlian, peserta program juga akan difasilitasi untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan Korea, baik di dalam maupun luar negeri," kata Ernawati.

Sementara itu, Vice President CUFS, Prof Jangyoun Cho, mengaku menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut dia, pendidikan cyber sangat penting untuk diterapkan mengikuti perkembangan zaman.

"Meskipun dari segi kebijakan di Indonesia harus menunggu, saat ini kami siapkan saja melalui program-program yang lebih konkret," kata Cho.


PenulisLatief
EditorLatief

Terkini Lainnya



Close Ads X