Proses dan Hasil, dalam Dua Sudut Pandang

Kompas.com - 09/09/2016, 12:59 WIB
Peserta berusaha melewati batang pohon pinang yang telah diolesi oli untuk mengambil hadiah, di Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (17/8/2015). Selain lomba titian pinang, juga diadakan lomba gebuk bantal dan juga lomba panjat pinang. TRIBUNNEWS / HERUDINPeserta berusaha melewati batang pohon pinang yang telah diolesi oli untuk mengambil hadiah, di Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (17/8/2015). Selain lomba titian pinang, juga diadakan lomba gebuk bantal dan juga lomba panjat pinang.
EditorWisnubrata

Kita sering mndengar nasihat atau ungkapan, ”Lihatlah prosesnya, jangan cuma lihat hasilnya.” Itu nasihat yang sering kita dengar. Nasihat atau ungkapan pada umumnya kontekstual. Jadi, nasihat di atas harus kita pahami konteksnya.

Nasihat di atas berlaku dalam 2 konteks. Pertama, ketika kita melihat keberhasilan seseorang. Kita harus sadar bahwa keberhasilan dia tidak instant. Ada proses panjang yang sudah dia lewati.

Karena itulah kita harus melihat prosesnya, agar kita belajar. Jangan sampai kita hanya melihat hasil akhir, lalu kita bertindak dengan harapan bisa sukses secara instant.

Konteks kedua adalah dalam hal mendidik dan mengajari, baik mendidik anak maupun mendidik bawahan. Orang Jepang bilang, “ookii me de miru”, lihat dengan mata yang besar. Artinya, lihatlah dengan lapang dada.

Jangan hanya lihat di dua titik, dia berhasil atau tidak. Lihatlah kemajuan yang dia buat dalam setiap proses. Hargai setiap kemajuan itu untuk memberi dia semangat.

Banyak orang salah memakai nasihat ini. Ia menyodorkan proses ketika ia dituntut menyerahkan hasil.

Saya saat ini sedang supervisi kepada 2 orang manager di anak perusahaan kami. Mereka sedang mengurus sesuatu yang mendesak, sudah lewat dari jadwal tapi belum ada hasil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam diskusi mereka berusaha meyakinkan saya bahwa mereka sudah melakukan banyak hal (proses), tapi belum berhasil. Mereka berharap saya maklum.

Saya tegaskan kepada mereka bahwa perusahaan membutuhkan hasil. Get it done! Orang bisa berdalil tentang proses panjang yang mereka lalui, tapi kalau tidak ada hasil, tidak ada artinya.

Ibarat orang sedang kelaparan, memanjat pohon untuk memetik buah, tapi tidak berhasil. Proses yang dia lakukan tidak mengobati laparnya.

Banyak orang menyodorkan proses ketika diminta hasil. Ia punya seribu penjelasan tentang kenapa ia belum berhasil. Ia begitu meyakinkan memberikan analisa soal kenapa dia belum berhasil.

Padahal yang dibutuhkan adalah analisa bagaimana cara dia agar berhasil, berikut eksekusinya, bersama hasilnya.

Yang demikian itu disebut excuse, atau dalih. Dalam hidup kita punya begitu banyak dalih. Sampai ada ungkapan,”Losers make excuses, winners make progress.”

Salah satu hal penting dalam mengubah hidup kita adalah memandang hubungan proses-hasil dengan tepat. Kita menjalani proses.

Ada saatnya di mana kita harus menghargai proses yang kita lalui. Tapi kita harus sadar bahwa proses saja pada akhirnya memang tidak ada maknanya. Kita dituntut mengeluarkan hasil.

Maka saat kita belum mendapat hasil, berhentilah berdalih, karena memang tidak ada manfaatnya. Optimalkan energi kita untuk berpikir dan bertindak lebih kreatif.

Kita belum berhasil semata karena itu, bukan karena hal-hal yang kita ungkap saat kita berdalih. Satu hal lagi, kita belum berhasil karena masih menyediakan ruang harapan agar dimaklumi dengan dalih kita.

Tulisan Hasanudin Abdurakhman lain bisa dibaca juga di http://abdurakhman.com



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.