Kompas.com - 19/09/2016, 17:37 WIB
Indy Hardono, Koordinator Beasiswa StuNed-Belanda yang juga alumnus FTUI, mengatakan perlunya para alumni untuk kembali menata niat sebelum berangkat studi dan  melangkah ke episode hidup baru yang sangat berbeda. Dok Iluni FTUI Indy Hardono, Koordinator Beasiswa StuNed-Belanda yang juga alumnus FTUI, mengatakan perlunya para alumni untuk kembali menata niat sebelum berangkat studi dan melangkah ke episode hidup baru yang sangat berbeda.
EditorLatief

DEPOK, KOMPAS.com - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melepas sekitar 60 alumni mudanya yang memperoleh beasiswa studi di berbagai perguruan tinggi di luar negeri untuk tahun akademik 2016. Pelepasan penerima beasiswa tersebut dilakukan lewat acara Scholarship Camp yang digagas dan diselenggarakan oleh Almamater Center Iluni FTUI. 

Ketua Bidang Almamater Centre Iluni FTUI, Askar Triwiyanto, mengatakan tujuan digagasnya Scholarship Camp tersebut bukan sekedar untuk memberikan informasi kepada para alumni muda tentang beasiswa dan proses pendaftarannya, tapi lebih jauh lagi mengedepankan pentingnya membantu para alumni muda itu untuk memahami betul motivasi mereka sekolah keluar negeri.

"Juga membantu persiapan mereka secara komprehensif, baik dari sisi motivasi, mental dan teknis," ujar Askar, Sabtu (17/9/2016).

Melalui program tersebut, lanjut Askar, para alumninya dapat diidentifikasi sejak awal dan diarahkan secara tepat sehingga dapat menjadi kekuatan intelektual di masa depan. Model serupa akan segera direplikasi oleh kepengurusan Iluni UI yang baru terbentuk di bawah kepemimpinan Ketua Iluni yang baru, Arief Budhy Hardono.

Sementara itu, Indy Hardono, Koordinator Beasiswa StuNed-Belanda yang juga alumnus FTUI, mengatakan perlunya para alumni untuk kembali menata niat sebelum berangkat studi dan  melangkah ke episode hidup baru yang sangat berbeda.

Indy mengingatkan para alumni penerima beasiswa untuk selalu siap menghadapi fase "gegar budaya", baik dari sisi akademik maupun sosial, yang hampir pasti akan dihadapi oleh para alumni di negeri tujuan studinya.

"Pertama-tama mereka harus mampu membedakan arti to study dan to learn, yang pada akhirnya akan bermuara pada pilihan untuk menjadi pelajar atau pembelajar," ujar Indy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.