Jaga Gairah Guru kalau Mau Pendidikan Maju! - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Elite Tutors Indonesia

Jaga Gairah Guru kalau Mau Pendidikan Maju!

Kompas.com - 26/09/2016, 07:23 WIB
thinkstock/amisb guru

KOMPAS.com- Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa....

Masih hapal lirik lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di atas? Lagu untuk para guru dan pendidik. Lirik lagu itu menunjukkan betapa mulia profesi guru.

“Pendidik adalah teladan bagi peserta didiknya," kata CEO & Founder Elite Tutors Indonesia, Sumarsono, Kamis (16/9/2016).

Guru, lanjut Sumarsono, tidak hanya bertanggung jawab atas penyampaian materi tetapi juga berperan sebagai panutan.

Namun, tak bisa dimungkiri guru juga manusia biasa yang memiliki banyak kebutuhan hidup untuk dipenuhi. Sayangnya, keluhan soal kesejahteraan para guru masih terus saja bergaung.

Seperti dilansir Kompas.com pada Jumat (29/1/2016), misalnya, masalah ini menjadi agenda Konferensi Kerja Nasional III Persatuan Guru Republik Indonesia pada Januari 2016.

Keluhan yang mencuat antara lain pengucuran tunjangan belum tepat waktu. Persyaratan penerimaan tunjangan juga dirasa terlalu banyak. Proses kenaikan pangkat pun disebut masih rumit.

Belum lagi soal jabatan fungsional dan kecilnya pendapatan guru honorer. Juga, sejumlah tunjangan khusus disebut belum merata.

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Guru bantu demo di Balai Kota, Kamis (26/5/2016). Mereka menuntut diikutsertakan dalam tes CAT CPNS DKI Jakarta.

Padahal, tanggung jawab guru tidak kecil. Rasio guru dan murid juga sering tak seimbang.

Menurut PP 74/2008 tentang Guru, idealnya satu guru maksimal mengajar 20 siswa. Kenyataannya, satu guru kerap mendidik lebih dari 40 siswa pada satu waktu.

Terlebih lagi, ada tuntutan moral dan etika yang erat melekat pada sosok guru, mulai dari tutur kata hingga perilaku.

Untuk itu semua, seorang guru harus terus-menerus mengasah kualitas dan membangun kepribadian.

“Jadilah guru yang kehadirannya selalu dinanti peserta didik karena metode pengajarannya menarik," ujar Sumarsono.

Agar pengajaran efektif, lanjut Sumarsono, guru sebaiknya memastikan pula terlebih dahulu muridnya memang sudah siap menerima materi pelajaran.  
 
Gairah

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, Sumarsono mengaku tidak sependapat bila guru harus menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan pula berarti guru perlu medali.

Namun, kata Sumarsono, guru harus dipastikan hidup sejahtera. Harapannya, kesejahteraan itu akan membuat guru terus termotivasi mengembangkan diri.

"Semakin berkembang guru, ia akan semakin maksimal mengajar, sehingga anak didik ikut berkembang," ungkap Sumarsono.

Menurut Sumarsono, saat ini pendidikan masih terlalu terpaku pada pengabdian. Seolah-olah, kata dia, mulianya profesi ini membuat guru tidak perlu sejahtera.

"(Namun), saya menekankan, pendidik jangan (lalu) menuntut dibayar mahal, tapi (pendidik yang harus) memantaskan diri,” tegas Sumarsono.

Tentu saja, guru juga harus terus menambah kompetensi agar pantas dibayar mahal itu. Di dalamnya termasuk mempelajari kasus-kasus yang berkembang di dunia pendidikan dan cara menghadapi anak-anak tertentu.

KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Aktivis PMII Pamekasan bersama kota-kota lain di Jawa Timur, menggelar aksi demontrasi menuntut Bupati Pamekasan, memenuhi janjinya untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

“Nah, bagaimana pendidik (sekarang) mau berkembang kalau sambil mikir besok mau makan apa? Pendidikan macam apa yang mau dibangun oleh pendidik yang tidak sejahtera?” tanya Sumarsono.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Sumarsono pun memastikan para tutor di lembaganya mendapatkan bayaran pantas dan hidup sejahtera. Dari situ dia juga memastikan kualitas para pengajar di lembaganya.

“Guru harus memiliki dua kualitas utama. Kualitas latar belakang akademik dan kepribadian menarik," tegas dia.

Menurut Sumarsono, peserta didik akan sulit menerima ilmu dari guru yang tidak konsisten dan perilaku kesehariannya bertolak belakang dengan ajarannya.

Sistem evaluasi pun Sumarsono bangun. Hasil dari proses ini dilaporkan pula ke orangtua murid, berbarengan dengan data perkembangan program.

"Jadinya, guru pun semangat belajar," ungkap dia.

Satu lagi, gairah atau passion adalah kata penting dalam proses pendidikan. Guru yang punya gairah tinggi mendidik akan otomatis punya empati kepada anak didiknya.

Dengan sendirinya, sebut Sumarsono, guru itu berpikir kesuksesan peserta didik adalah kesuksesannya. Sebaliknya juga buat para murid.

Lagi-lagi, gairah ini tak bisa dipisahkan dengan kesejahteraan. Sumarsono menganalogikan, gairah tanpa kesejahteraan ibarat mengendarai mobil tanpa pengisian kembali bensin. "Tinggal tunggu mogok (kalau begitu)," tegas dia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPalupi Annisa Auliani

Terkini Lainnya

Nurdin Abdullah Luncurkan Aplikasi Aduan Masyarakat Sulsel

Nurdin Abdullah Luncurkan Aplikasi Aduan Masyarakat Sulsel

Regional
Felicette, Kucing Pertama yang Diterbangkan ke Luar Angkasa

Felicette, Kucing Pertama yang Diterbangkan ke Luar Angkasa

Internasional
Sudah 22.970 Warga Terima Kartu Lansia Jakarta

Sudah 22.970 Warga Terima Kartu Lansia Jakarta

Megapolitan
Gerindra DKI: Anak-anak Sedang Belajar, Tiba-tiba PAUD Mereka Digusur Pemerintah...

Gerindra DKI: Anak-anak Sedang Belajar, Tiba-tiba PAUD Mereka Digusur Pemerintah...

Megapolitan
Sekjen PAN Akui Sejumlah Calegnya Menolak Kampanyekan Prabowo-Sandi

Sekjen PAN Akui Sejumlah Calegnya Menolak Kampanyekan Prabowo-Sandi

Nasional
Dua Gadis Remaja Diduga Campurkan Abu Kakeknya untuk Membuat Kue

Dua Gadis Remaja Diduga Campurkan Abu Kakeknya untuk Membuat Kue

Internasional
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turki

Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turki

Internasional
4 Fakta Baru Bencana Sulteng, Kekurangan Makanan Bayi hingga Akses Jalan Terputus

4 Fakta Baru Bencana Sulteng, Kekurangan Makanan Bayi hingga Akses Jalan Terputus

Regional
Dinas Perhubungan Akan Pasang Pita Penggaduh di Jalur Maut Sarangan

Dinas Perhubungan Akan Pasang Pita Penggaduh di Jalur Maut Sarangan

Regional
Polri Kaji Penambahan Personel Pengamanan Gedung DPR

Polri Kaji Penambahan Personel Pengamanan Gedung DPR

Nasional
Pemkot Bekasi Akan Batasi Jam Operasi Truk Sampah DKI

Pemkot Bekasi Akan Batasi Jam Operasi Truk Sampah DKI

Megapolitan
Blok G Tanah Abang Akan Dibongkar, Pedagang Tak Tahu Rencana Relokasi

Blok G Tanah Abang Akan Dibongkar, Pedagang Tak Tahu Rencana Relokasi

Megapolitan
Soal Pose Satu Jari, Zulkifli Nilai Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar UU Pemilu

Soal Pose Satu Jari, Zulkifli Nilai Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar UU Pemilu

Nasional
Hadir di Praperadilan SP3 Kasus Penodaan Pancasila, Sukmawati Sayangkan Suara Bising

Hadir di Praperadilan SP3 Kasus Penodaan Pancasila, Sukmawati Sayangkan Suara Bising

Regional
Pemerintah Diingatkan untuk Kelola Dana Bantuan Korban Gempa NTB secara Transparan

Pemerintah Diingatkan untuk Kelola Dana Bantuan Korban Gempa NTB secara Transparan

Nasional