Cek Ulang, Melamar Kuliah ke Belanda Perlu Apa Saja?

Kompas.com - 06/11/2016, 08:07 WIB
Pelajar Indonesia yang tertarik kuliah ke Belanda mendatangi pameran pendidikan Dutch Placement Day 2016 di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat (4/11/2016). CAHYU CANTIKA/KOMPAS.COMPelajar Indonesia yang tertarik kuliah ke Belanda mendatangi pameran pendidikan Dutch Placement Day 2016 di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat (4/11/2016).
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Sebagai contoh, program sarjana jurusan Information and Communication Technology di Fontys University of Applied Sciences mewajibkan calon mahasiswa memiliki nilai eksakta minimal 7,5 dalam skala 10.

"Setelah itu, calon mahasiswa tinggal menunggu pengumuman apakah diterima atau tidak," ucap Olga Kuypers-Martens, Program Manager and Course Coordinator of Fontys University of Applied Sciences pada kesempatan yang sama.

Menurut Kuypers-Martens, di kampusnya juga hanya beberapa program studi tertentu yang mengharuskan motivation letter dalam berkas lamaran. Meski demikian, kata dia, tak ada salahnya memasukkan surat tersebut meski tak diwajibkan menjadi persyaratan program studi yang diminati.

"Menulis motivation letter selalu (punya pengaruh) bagus," ujar Kuypers-Martens.

Dalam acara pameran pendidikan tersebut, hadir sekitar 28 perguruan tinggi asal Belanda. Jumlah peserta yang datang untuk mencari informasi pun cukup banyak, mencapai lebih dari 700 orang.

Di antara pelajar tersebut, salah satunya adalah Natasha (24 tahun). Menggenggam banyak brosur universitas di tangan, dia mengaku sedang mencari perguruan tinggi untuk melanjutkan studi pascasarjananya (S2).

"Saya mau melanjutkan S-2 bidang Diplomasi. Lagi cari tahu tentang kecocokan jurusan, biaya, dan intake (tanggal mulai kuliah). (Hal-hal) ini kan penting (diketahui)," ujar Natasha.

Soal pembiayaan, Natasha sebenarnya sudah mendapat dukungan penuh lewat salah satu beasiswa dari pemerintah. Dia hanya perlu melamar ke universitas untuk mengantongi Letter of Acceptance.

Sampai hari itu, Natasha mengaku tertarik dengan tawaran dari Leiden University. Alasannya, fakultas hukum—tempat studinya bernaung—di kampus ini memiliki kualitas baik. Di Belanda, Leiden juga masuk peringkat tiga besar perguruan tinggi.

"Apalagi kampus (yang ingin) saya (masuki) ada di Den Haag yang merupakan pusat pemerintahan Belanda," ucap Natasha.

Untuk proses seleksi, tutur Natasha, Leiden University meminta berkas seperti transkrip nilai, ijazah, motivation letter, dan dua surat rekomendasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X