525 Mahasiswa Terima Beasiswa "Soft Skills"

Kompas.com - 16/11/2016, 08:59 WIB
Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad secara resmi menerima 525 penerima peserta Djarum Beasiswa Plus tahun 2016/2017 seusai pergelaran M LATIEF/KOMPAS.comDirektur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad secara resmi menerima 525 penerima peserta Djarum Beasiswa Plus tahun 2016/2017 seusai pergelaran "Gema Bumi Palapa" yang melibatkan ratusan penerima itu, Selasa (15/11/2016) malam.
Penulis Latief
|
EditorLatief

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 525 mahasiswa dari 90 perguruan tinggi di 34 provinsi mendapatkan beasiswa Djarum Beasiswa Plus. Tahun ini merupakan tahun 32 Djarum Foundation memberikan program beasiswa tersebut.

Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad mengatakan tahun ini terjadi peningkatan jumlah penerima beasiswa dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 522 mahasiswa dari 86 perguruan tinggi. Sejak digulirkan pada 1984, jumlah total penerima beasiswa tersebut sampai saat ini sudah mencapai 9.850 orang.

"Animonya masih sangat tinggi. Tahun ini jumlah pendaftarnya 18.607 mahasiswa dan yang diterima 525 mahasiswa," ujar Primadi usai pergelaran "Gema Bumi Palapa" yang melibatkan ratusan penerima Beswan Djarum, Selasa (15/11/2016).

Primadi mengatakan, masyarakat tak perlu melihat jumlah atau nilai bantuan pendidikan yang diberikan lewat program ini. Hal lebih penting yang bisa didapatkan mahasiswa lewat program beasiswa ini adalah peningkatan soft skills mereka.

"Yang membedakannya memang pada pembangunan kapasitas diri para mahasiswa, mulai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, wawasan internasional dan sebagainya yang kami ramu dalam program berkesinambungan," kata Primadi.

Untuk bisa mengikuti program beasiswa ini, para mahasiswa harus melewati berbagai tahapan seleksi. Selain harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,00 pada akhir semester IV, peserta harus mengikuti serangkaian tes meliputi; seleksi administrasi, tes tulis, uji kinerja berkelompok, serta wawancara.

"Yang tidak kalah penting, mereka tidak hanya memiliki prestasi akademis, namun juga harus aktif berorganisasi. Di sini IPK 4 tidak akan ada artinya kalau tidak berorganisasi dan tak punya jiwa sosial dan kebangsaan," ujarnya.

Salah satu penerima beasiswa, Roosna Sari Maulidina, mahasiswi tingkat dua Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, mengaku sejak awal niatnya mengikuti seleksi beasiswa ini adalah kebutuhan penempaan soft skills. Roosna mengaku pembangunan kapasitas dirinya sangat dibutuhkan sebelum kelak terjun sebagai ke masyarakat sebagai seorang pendidik.

"Saya aktif di senat mahasiswa dan bersyukur bisa lolos seleksi ini. Saya pikir, yang dibutuhkan ke depan buat saya itu adalah bagaimana saya lebih percaya diri, mandiri dan bisa dinamis mengikuti perubahan untuk berbagi ilmu dengan orang lain. Pelatihan soft skills inilah yang saya butuhkan," kata Roosna. 

Aziz Saputra, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Nasional Jakarta, juga mengaku demikian. Awalnya, Aziz mengaku dirinya adalah pribadi yang "cuek", bahkan apatis terhadap sekitar.

"Di sini saya ditempa untuk punya rasa kebersamaan dan kepedulian dengan lingkungan sekitar. Saya jadi lebih mengenal diri saya sendiri. Ternyata inilah yang saya butuhkan," ujar Aziz.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X