Hasanudin Abdurakhman
Doktor Fisika Terapan

Doktor di bidang fisika terapan dari Tohoku University, Jepang. Pernah bekerja sebagai peneliti di dua universitas di Jepang, kini bekerja sebagai General Manager for Business Development di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta.

Orang Kampung Masuk Hotel

Kompas.com - 18/11/2016, 14:28 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnubrata

Ini adalah masa-masa yang sangat menyenangkan buat saya. Bermula dari panggilan telepon dari kantor Japan Indonesia Forum (JIF), pada suatu hari.

“Mr. Hasanudin, congratulation, you have passed the selection for Asian Youth Fellowship program.” Artinya, saya lolos seleksi, mendapat beasiswa untuk kuliah ke Jepang.

Hari-hari berikutnya adalah masa persiapan untuk berangkat. Saya akan menjalani pelatihan bahasa Jepang di Kuala Lumpur, sebelum pergi ke Jepang. Masa pelatihannya 1 tahun.

Saya berangkat ke Jakarta, mengurus semua dokumen yang diperlukan, lalu pada hari yang ditetapkan, saya pun berangkat.

Ada sedikit uang tabungan yang saya bawa. Dengan uang itu saya membeli baju di Matahari, Senen. Celana warna gelap, kemeja biru, warna kesukaan saya, dan sepasang sepatu warna hitam.

Pakaian itu saya kenakan di hari berangkat itu, ditambah dasi pemberian orang sebelum saya berangkat dari Pontianak.

Sekitar pukul 10 pagi pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandara Sepang, Kuala Lumpur. Dada saya bergemuruh, rasanya cukup kuat untuk mengalahkan gemuruh mesin pesawat yang sedang bergerak menuju tempat parkirnya.

Betapa tidak. Saya baru saja mendarat di Kuala Lumpur! Ini adalah kunjungan pertama saya ke luar negeri. Ini adalah langkah pertama terwujudnya mimpi saya. Saya ingin sekolah ke luar negeri, itu mimpi saya dulu. Kini itu bukan mimpi lagi.

Setelah melewati pemeriksaan imigrasi saya menuju ke pintu keluar. Saya sempat agak khawatir, apakah yang menjemput saya benar-benar datang? Ah, tapi itu cuma sebentar.

Di pintu keluar segera saya temukan seseorang, saya bisa pastikan ia orang Jepang, membawa papan kecil bertuliskan “Mr. Hasanudin”. Saya segera menghampirinya.

“Hello, I am Hasanudin.”

Dia menyambut saya dengan senyum lebar.

“Welcome to KL. My name is Hamano.”

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.